Facebook Buka Layanan Konseling Privasi Data di Jakarta

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 15:42 WIB
Facebook Buka Layanan Konseling Privasi Data di Jakarta Facebook membuka layanan konseling privasi di Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Dini Nur Asih)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook Indonesia membuka layanan diskusi terbuka untuk meningkatkan pemahaman pengaturan, kebijakan, dan privasi yang tersedia pada platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Layanan konseling ini diselenggarakan di kedai Filosofi Kopi di kawasan Melawai Terpadu, Jakarta Selatan mulai 13-15 September 2019. Manajer Kampanye Kebijakan untuk Facebook Indonesia, Noudhy Valdryno mengatakan selama tiga hari timnya akan menjawab pertanyaan orang-orang terkait tiga layanan tersebut secara langsung.

"Kami memahami bahwa pengguna memiliki banyak pertanyaan tentang cara platform kami bekerja dan bagaimana kami dapat memberikan perlindungan terhadap informasi yang mereka bagikan," kata pria yang disapa Ryno kepada awak media di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).


Ryno mengatakan pihaknya fokus terhadap dua hal untuk disosialisasikan terhadap pengguna yaitu bagaimana pentingnya privasi di ranah online dan fitur otentikasi dua faktor.

Menyoal autentikasi dua faktor, Facebook menyebut pengguna Facebook di Indonesia memiliki banyak pengikut (follower) maka fitur ini penting dilakukan untuk menghindari peretasan dan phising (penipuan).

"Jadi yang difokuskan ada dua, pertama bagaimana pentingnya privasi di ranah online. Kedua kita ingin mensosialisasikan fitur autentikasi dua faktor, ini sangat penting karena banyak sekali pengguna keluarga Facebook Indonesia yang sudah mendapatkan jumlah pengikut yang sangat banyak,"" ucapnya.

Ryno mengatakan upaya ini dilakukan untuk mengedukasi pengguna agar melindungi akun sehingga terhindar dari aksi peretasan dan penipuan. "Fitur autentikasi dua faktor sangat efektif untuk menjaga para pengguna kami dari upaya tersebut," ungkapnya.

Pengunjung nantinya bisa mengikuti tes privasi untuk mengetahui pemahaman terkait fitur dan kendali privasi di Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Disinggung kemungkinan upaya edukasi serupa diperluas ke kota lain di Indonesia, Ryno mengatakan pihaknya masih melihat antusiasme dan respons pengunjung di Jakarta.

"Kita lihat nanti, mudah-mudahan di Jakarta antusiasnya positif dan mudah-mudahan bisa membawa Facebook Cafe di Indonesia untuk di kemudian hari," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN] (din/evn)