Co-Founder Gojek Kevin Aluwi menyambut kabar baik tersebut. Pihaknya bersyukur karena kehadiran Gojek dianggap membawa dampak yang signifikan bagi masyarakat Indonesia.
"Kami mendirikan Gojek karena ingin mengatasi masalah mobilitas. Keberhasilan solusi yang kami tawarkan melalui ride-hailing kemudian membawa kami kepada potensi-potensi solusi vertikal lainnya," ujar Kevin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk hidup yang lebih mudah bagi konsumen, untuk akses pendapatan tambahan yang lebih luas bagi mitra, untuk peluang pertumbuhan bisnis yang pesat bagi para merchant, dan masih banyak lagi," paparnya.
Tren utama yang disorot dalam penelitian Top 50 BrandZ Indonesia antara lain meaningful (bermakna), yakni melalui memahami aspirasi, kebutuhan, dan menyediakan layanan yang dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Kemudian different (unik/berbeda dengan brand lain) dan salient (selalu diingat) dengan membangun engagement melalui media sosial.
Chairman of BrandZ David Roth mengatakan meski berdampak pada pertumbuhan ekonomi di wilayah Asia Tenggara, namun tantangan bagi brand lokal yang memiliki aspirasi global adalah memperkuat profil 'Brand Indonesia' yang berkualitas dan dapat dipercaya.
Diketahui, beberapa merek terkemuka berekspansi ke negara lain seperti Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, dan India. Indomie, Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan merek Ritel Alfa adalah contoh merek yang menciptakan kebutuhan di negara lain dan melokalkan layanan mereka.