Alasannya, situasi di Wamena hingga saat ini belum kondusif. Sehingga pemblokiran akses internet belum bisa dibuka. Pemerintah telah memblokir internet di Wamena sejak Senin lalu (23/9).
"Belum kondusif, belum bisa dibuka. Kita menunggu sampai situasi dan kondisi di Wamena benar-benar pulih, baru dibuka," kata Ferdinandus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (26/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Operasional Perbankan di Wamena Masih Lumpuh |
"Belum, belum ada instruksi untuk buka (internet) dari Kominfo," jelasnya, saat dihubungi via teks, Kamis (26/9).
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut korban tewas dalam kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, kemarin, berjumlah 26 orang.
"Jumlah korban 26 orang, itu 22 itu adalah masyarakat Papua pendatang. Sementara warga Papua asli ada empat orang yang meninggal dunia," kata Tito di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (24/9).
Jumlah yang terluka tercatat 66 orang. Tito mengatakan terhadap mereka yang terluka, pemerintah akan memberikan perawatan dan mempermudah pemakaman bagi yang meninggal dunia. (jnp/eks)