Menguak Isu Ambulans Bawa Batu yang Ramai di Medsos

CNN Indonesia | Jumat, 27/09/2019 13:13 WIB
Ambulans yang diduga membawa batu yang diamankan Polda Metro Jaya (CNN Indonesiaa/Patricia Diah Ayu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Protes atas rumor ambulans Pemprov DKI membawa batu dan bensin ramai dibicarakan di media sosial pada Kamis (26/9). Belakangan terungkap bahwa isu ambulans membawa pasokan batu bagi demonstran adalah berita bohong atau hoaks.

Hal ini bermula dari cuitan akun TMC Polda Metro Jaya pada dini hari di Twitter dan Instagram. Akun itu menyebut Polri telah mengamankan lima mobil ambulans milik Pemprov DKI Jakarta yang mengangkut batu dan bensin.

Setelah ramai diprotes, cuitan di Twitter itu dihapus setelah kasus ini diprotes netizen. Mereka protes karena tidak nampak adanya batu pada ambulan yang divideokan.


Belakangan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengklarifikasi mobil ambulans yang dimaksud memang tidak membawa batu maupun bensin.

Pengamat media sosial dari Drone Emprit, Ismail Fahmi menganalisis bagaimana isu mengenai ambulans yang membawa batu dan bensin itu bermula. Ia menyebut isu ini memang sengaja dihembuskan lewat mobilisasi dan orkestrasi di media sosial.

Kronologi isu ambulans

Dengan Drone Emprit ia lantas meneliti kata kunci "ambulan" dan "ambulans" tanpa filter dalam periode 24-26 September 2019. Dari analisis tersebut, didapat kronologis perbincangan mengenai ambulans ini.

Sepanjang tren tersebut, menurut Fahmi perbincangan bisa dibagi jadi tiga bagian. Tahap pertama mengenai pembahasan ambulans saat demonstrasi. Kedua ketika isu ambulans dimobilisasi dan diorkestrasi oleh buzzer dan menjadi viral. Ketiga, adalah perlawanan kontra narasi dari publik atas isu tersebut.

Menurut Ismail, bagian pertama terjadi pada 25 September pukul 00.00 WIB sampai 21:59 WIB. Pada periode tersebut ada jaringan pejuang informasi ambulans yang aktif membagikan informasi di Twitter untuk aksi kemanusiaan.



Bagian kedua terjadi pada 25 September pada pukul 22.00 sampai 26 September pada 03.59. Ini adalah bagian kedua, dimana narasi soal isu ambulans bawa batu dan bensin muncul.

"Jam 23:53 (25 sept) pesan pertama dikirim. Lalu 5 pesan lanjutan hingga jam 01:24 (26 sept). Semua oleh akun influensial. Baru pukul 02:15 diunggah oleh akun TMC," tuturnya.



Peta Social Network Analysis (SNA) Drone Emprit pun memetakan lima akun top terkait dengan merebaknya isu ambulans yang menjadi pemasok batu dan bensin untuk aksi demonstrasi.

"Peta SNA menampilkan jaringan akun yang saling terhubung pada dini hari. Ada 5 akun yang paling influential, dengan node yang paling besar," kata Ismail.



Lebih lanjut, Ismail mengatakan Drone Emprit bisa menunjukkan narasi dari masing-masing akun yang paling berpengaruh tersebut. Agar membuat pesan cepat viral, para akun ini me-mention top influencer lain untuk proses mobilisasi.

"Untuk membuat pesan cepat viral, mereka me-mention teman top influencers, ini proses #Mobilization. Isi pesan dan video seragam atau #Orchestration. (#MO)," katanya.



Drone Emprit kemudian juga mengurutkan awal penyebaran isu mobil ambulans yang membawa batu.

Siapa yang Memulai Isu?

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2