LIPI Jelaskan Perbedaan Rafflesia dan Bunga Bangkai

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 03/10/2019 17:35 WIB
LIPI Jelaskan Perbedaan Rafflesia dan Bunga Bangkai Bunga langka Rafflesia Patma mekar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Senin (16/9/2019). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menegaskan tanaman Rafflesia bukan jenis bunga bangkai, melainkan jenis tanaman parasit.

"Masih banyak yang salah kaprah bahwa Rafflesia adalah bunga bangkai, padahal dia jenis tanaman parasit yang tidak punya batang dan umbi," kata Peneliti Amorphophallus LIPI Yuzammi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (2/10).

Yuzammi mengatakan Rafflesia memang mengeluarkan bau busuk yang berasal dari serangga, khususnya lalat untuk membantu penyerbukan. Aroma busuk bunga ini paling kuat saat siang hari setelah 3-4 hari mekar.


Saat mekar, bunganya sendiri bisa memiliki diameter mencapai 70-110 sentimeter dan tingginya 50 sentimeter. Sedangkan beratnya sendiri bisa mencapai 11 kilogram.
LIPI menyebut bunga ini tersebar di area hutan pegunungan Jawa Barat, hutan dataran rendah pantai selatan Jawa Barat, dan Jawa Tengah, Taman Nasional Meru Betiri, Kebun Raya Bogor, dan hutan tropis di Sumatera.

"Rafflesia bisa ditanam dimana-mana, tapi paling banyak ditemukan di Pulau Jawa seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah," ucap Yuzammi.

Salah satu jenis bunga Rafflesia yakni Rafflesia Patma pada September lalu kembali mekar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Mekarnya bunga ini merupakan yang keempat belas kali setelah pertama kali mekar pada 2010.
Rafflesia patma adalah spesies tumbuhan parasit yang hidupnya dalam jaringan tubuh tumbuhan inangnya, seperti anggur hutan atau tumbuhan Tetrastigma.

Kebun Raya Bogor masih menjadi kebun raya pertama di dunia yang memiliki koleksi ex-situ Rafflesia patma. Salah satu keberhasilan yang dicatat ialah Rafflesia patma koleksi H. Loudon yang berbunga pada 1852. (din/age)