Analisis

Mencari Surga Operator di Balik Tol Langit Palapa Ring

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 18:28 WIB
Peresemian operasional Palapa Ring oleh Presiden Jokowi. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meresmikan rampungnya pembangunan infrastruktur jaringan kabel optik Palapa Ring pada Senin (14/10). Nama Palapa pada Palapa Ring diambil dari Sumpah Mahapatih Gadjah Mada yang bertekad menyatukan Nusantara di bawah bendera Majapahit.

Dengan tekad penyatuan yang sama, pembangunan jaringan digital dituntaskan dari Sabang sampai Merauke, dan Pulau Miangas sampai Pulau Rote. Pembangunan ini membutuhkan sekitar 12 ribu kilometer kabel optik dengan nilai investasi Rp22 triliun.

Pengoperasian Palapa Ring disebut-sebut akan mengikis kesenjangan layanan telekomunikasi antara di Pulau Jawa dengan daerah lain di Indonesia. Pasalnya, proyek ini akan mengurangi beban investasi operator untuk membangun infrastruktur jaringan dari nol secara signifikan.


Pekerjaan rumah tentu saja menyusul rampungnya Palapa Ring, pemerintah harus membangun Base Transceiver Station (BTS) untuk memancarkan sinyal internet. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan pemerintah lewat Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) telah siap untuk membangun sekitar empat ribu BTS sampai akhir 2020 dengan mengandalkan dana USO.

Wakil Direktur Utama Hutchison Tri Indonesia Danny Buldansyah  mengatakan pembangunan Palapa Ring dan BTS oleh pemerintah secara signifikan akan membantu operator untuk hadir di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T).

"Kegiatan BAKTI sendiri selain Palapa Ring, dia menyediakan BTS selain kabel optik.  Jadi operator akan lebih murah, dengan USO dia bangun BTS," kata Danny saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (16/10).

Danny mengatakan di daerah 3T, operator harus mengeluarkan biaya Rp15 sampai 20 juta per bulan untuk menyewa BTS. Apabila membangun BTS, operator harus mengeluarkan Rp2 sampai 3 miliar.

"Kalau bangun BTS, operator juga harus menyewa tanah. Nah semua biaya itu hilang dengan adanya Palapa Ring," kata Danny.

VP Regulatory Management Telkomsel, Andi A. Akbar mengatakan kehadiran Palapa Ring akan memangkas biaya pembelian transmisi oleh operator. Sumber koneksi akan berubah dari satelit ke serat optik.

Ia mengatakan biaya transmisi memakan maksimal 30 persen dari biaya operasional. Biaya transmisi ini akan berkurang dengan adanya Palapa Ring.

"Yang dihemat itu pembelian transmisi saja tadi, yang lain tetap saja. Transmisi itu karena dari satelit yang lalu turun ke kabel optik. 30 persen ini yang akan dihemat berapa persennya antara biaya satelit dengan kabel optik," ujar Andi.

Berlanjut ke halaman berikutnya: PR usai rampungnya Palapa Ring

PR Menanti Usai Palapa Ring

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3