Analisis

Mencari Surga Operator di Balik Tol Langit Palapa Ring

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 18:28 WIB
PR Menanti Usai Palapa Ring Proses penarikan kabel laut proyek Palapa Ring Tengah. (Foto: Dok. Kominfo)

PR Menanti Usai Palapa Ring

Dihubungi terpisah, pengamat Teknologi Informatika sekaligus Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan operator memang tidak memiliki kewajiban untuk membangun wilayah 3T yang dianggap tidak layak (feasible) secara ekonomi.

Ketidaklayakan ini berdasarkan total capital expenditure (capex) dan operational expenses (opex) yang dikeluarkan operator dibandingkan jumlah pengguna. layanan.

"Konsep dana USO merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan akses komunikasi yang tidak atau sulit disediakan operator telekomunikasi karena tidak komersial seperti daerah 3T," ujarnya.


Dengan adanya Palapa Ring, pemerintah juga tetap memiliki PR untuk membangun BTS dan jaringan backhaul.

"Sering saya usulkan dan sampaikan bahwa Palapa Ring ini bukanlah akhir internet cepat, dari membutuhkan jaringan backhaul dan akses," katanya.

Heru menjelaskan jaringan serat optik menghubungkan atau mentransmisikan trafik dan tidak berfungsi langsung sebagai BTS. BTS yang akan memancarkan sinyal internet kepada masyarakat.

"Palapa Ring sebagai backbone perlu. Tapi jaringan penghubung ke BTS atau rumah, sekolah, kantor, rumah sakit juga perlu," ungkapnya.

Heru juga mengatakan penurunan biaya investasi operator untuk membangun infrastruktur jaringan juga harus diperhitungkan dengan biaya sewa penggunaan Palapa Ring.

"Dengan Palapa ring juga memang tidak perlu bangun tulang punggung lagi tapi juga tidak gratis karena dikenakan biaya sewa yang tidak murah juga," katanya.

Dilanjutkan halaman berikutnya: Perbandingan hitungan operasional kabel optik vs satelit

Mencari Surga Operator di Balik Tol Langit Palapa RingFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Membandingkan hitungan kabel optik vs satelit

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3