Rencana Penataan Ibu Kota Baru

CNN Indonesia | Jumat, 25/10/2019 22:12 WIB
Rencana Penataan Ibu Kota Baru (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membeberkan soal rencana penataan ibu kota baru. Menurutnya, BPPT telah menyiapkan teknologi mitigasi kebencanaan, perencanaan wilayah, tata ruang, dan pertanahan dalam proses pemindahan ibu kota baru ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara.

Kepala BPPT Hammam Riza juga menyebut BPPT akan memberikan dukungan secara jorjoran terhadap proses persiapan pemindahan ibu kota.

"Kami akan kerahkan tidak hanya kepada satu bidang saja, tapi juga banyak sektor yang dapat disentuh oleh inovasi dan teknologi yang dimiliki BPPT," kata Hammam dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (25/10).


Pembangunan, disebut Hammam terus dilakukan untuk menjadikan dua kabupaten sebagai ibu kota yang ideal menggantikan Jakarta.


BPPT juga akan memberikan kontribusi untuk membantu di bidang lingkungan hidup dan kebencanaan, karena saat ini pun BPPT sedang mengembangkan teknologi Early Warning System.

"Jadi kami memberi rekomendasi juga agar di ibu kota baru ini dapat memanfaatkan teknologi dalam setiap aspek kebencanaan, baik dari sisi mitigasi, saat bencana, hingga pasca bencana seperti evakuasi, dan lain-lain," kata Hammam.

Hammam juga mengatakan, BPPT akan berupaya mendorong penerapan teknologi masa depan untuk diimplementasikan di ibu kota baru. Teknologi tersebut seperti, pengelolaan sampah, air, energi, IT, transportasi, dan lainnya.

Hammam menjelaskan membangun ibu kota berbasis penerapan teknologi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Antisipasi pertumbuhan ekonomi juga disiapkan agar tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Caranya dengan mempersiapkan clustering pada industri baru hingga pembangunan berkelanjutan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan.

"Bagaimana clustering terhadap industri-industri baru seperti kendaraan listrik, dan membangun sebuah daerah dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, diharapkan tidak terjadi kerusakan terhadap hutan lindung," katanya.


Smart city

Ditemui terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Kabinet Indonesia Maju Johnny G. Plate mengatakan calon ibu kota baru, Kalimantan Timur (Kaltim) harus memiliki konsep smart city.

Johnny mengatakan akan menyiapkan infrastruktur teknologi informasi komunikasi (TIK) di calon ibu kota yang berlokasi di di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

"Pasti kalau ibu kota baru yang pasti di ibu kota baru nanti dia harus smart city. Karenanya basis infrastruktur teknologinya harus betul-betul kuat, dan harus di siapkan," kata Johnny kepada awak media di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (24/10).

Selain itu, Johnny juga sempat mengutip kata Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro. Bappenas berencana membuat ibu kota baru menjadi smart city sekaligus forest city (kota hutan).


Total dana pemindahan ibu kota yang dibutuhkan sekitar Rp486 triliun. Sebanyak 54,6 persen dari total dana ini atau Rp265,2 triliun akan dipenuhi melalui KPBU.

Beberapa pembangunan yang akan menggunakan skema tersebut, yakni gedung eksekutif, legislatif, dan yudikatif, pembangunan infrastruktur utama selain yang tertera dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sarana pendidikan, kesehatan, dan museum.

Kemudian, khusus dari swasta saja sebanyak Rp127,3 triliun atau 26,2 persen. Beberapa proyek yang akan dibangun, seperti perumahan umum, perguruan tinggi, bandara, pelabuhan, jalan tol, sarana kesehatan, dan pusat perbelanjaan.

Sisanya, pemerintah akan mengucurkan dana sebesar Rp93,5 triliun atau 19,2 persen berasal dari APBN untuk pembangunan ibu kota baru. Sejumlah proyek yang akan dibangun melalui dana APBN, yaitu infrastruktur pelayanan dasar, istana negara, rumah dinas pegawai negeri sipil (PNS), pengadaan lahan, ruang terbuka hijau, dan pangkalan militer. (jnp/eks)