Kominfo Beri Imbauan ke Grab-Gojek Terkait Teror Bom Medan

CNN Indonesia | Selasa, 26/11/2019 10:27 WIB
Kementerian Kominfo memberi imbauan kepada Grab dan Gojek terkait pelaku bom medan yang menggunakan jaket ojol ketika melakukan aksi teror. Ilustrasi (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta dua perusahaan transportasi online, Gojek dan Grab untuk memperketat proses validasi driver usai aksi teror bom di Medan yang mana pelaku memakai jaket milik Grab.

Menurut Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu hal ini diungkap Menkominfo Johnny G. Plate saat bertemu dengan Co-founder dan CEO Gojek Kevin Aluwi dan Presiden Direktur Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata pekan lalu, di kantor Kemenkominfo, Jakarta.

"Pak Menteri berbicara kepada Gojek dan Grab, mohon makin diperketat [... proses] validasi mitranya termasuk instrumen-instrumen yang dipakai seperti helm dan jaket. Supaya jangan ada lagi tindakan pemboman," kata pria yang kerap disapa Nando ini kepada awak media di Bogor, Jawa Barat, Senin (25/11).

Nando juga mengatakan bahwa Grab menyebut pelaku bukan bagian dari mitra pengemudi mereka.


"Grab sampaikan bahwa itu bukan mitranya. Jadi pakai jaketnya saja," tuturnya.

Saat ditanya apakah Kemenkominfo mendeteksi hoaks terkait bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang beredar di media sosial, Nando mengatakan tak hapal betul angka pasti namun dia menyebut tidak terlalu banyak.

"Ada, tetapi kurang tahu. Tidak banyak, jadi bukan menjadi perhatian kami karena tidak banyak," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]


Sebelumnya, ledakan di Mapolrestabes Medan terjadi Rabu (13/11) pagi pukul 08.45 WIB. Sebelum terjadi ledakan, seorang laki-laki terekam CCTV menggunakan jaket driver ojek online, terlihat di halaman Mapolrestabes Medan.

Tidak lama kemudian, terjadi ledakan bom bunuh diri. Terduga pelaku yang diidentifikasi sebagai RMN tewas dengan kondisi mengenaskan. Potongan tubuhnya berceceran di halaman Mapolrestabes Medan.

Ledakan itu juga mengakibatkan enam korban terluka, masing-masing empat polisi, satu pegawai harian lepas (PHL), dan satu warga sipil. Selain itu, ledakan bom bunuh diri tersebut mengakibatkan sejumlah kendaraan rusak. Tiga di antaranya kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi.

(din/eks)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK