Batas Usia Bus AKAP Sesuai Aturan Kemenhub

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 25/12/2019 16:24 WIB
Setiap bus yang beroperasi di jalan raya harus memenuhi persyaratan yang diatur Kemenhub guna meningkatkan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lain. Pembatasan usia kendaraan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) paling lama 25 tahun. (Foto: Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bus Sriwijaya yang masuk ke jurang Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan disebut tak layak beroperasi meski usia kendaraan itu masih tergolong 'muda', yaitu 20 tahun.

Usia bus itu lima tahun lebih muda dari ketentuan yang diatur pada Peraturan Menteri (PM) Perhubungan 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pemberlakuan pembatasan usia kendaraan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) paling lama 25 tahun.


Lampiran tersebut juga menyertakan berbagai syarat teknis yang harus ditaati Perusahaan Otobus (PO), sebagai standar pelayanan minimal bagi semua armadanya.

Pertama soal keamanan. Poin tersebut menyebutkan bila bus harus punya tiket penumpang, tanda pengenal bagasi, lampu tanda bahaya, daftar penumpang, tanda pengenal awak kendaraan, informasi trayek, dan identitas kendaraan, serta informasi gangguan keamanan berupa stiker berisi nomor telepon yang bisa dihubungi ketika ada gangguan keamanan misalnya pengemudi ugal-ugalan.

Kedua soal keselamatan. Di sini bicara soal kondisi fisik pengemudi dan kompetensinya. Lalu lampu senter, alat pemukul atau pemecah kaca, alat pemadam ringan, fasilitas kesehatan, buku panduan penumpang, dan pintu darurat.

Selain itu fasilitas penyimpanan dan pemeliharaan kendaraan (pool), pengecekan kepada armada yang beroperasi, dan asuransi kecelakaan lalu lintas.

Poin selanjutnya kenyamanan. Isinya tentang kapasitas angkut, fasilitas utama (tempat duduk, nomor tempat duduk, fasilitas sirkulasi udara, rak bagasi, bagasi bawah, dan fasilitas kebersihan). Kemudian fasilitas tambahan berupa kaca film, sarana visual audio, gorden, pengatur suhu ruangan, dan reclining seat.

Lalu poin keterjangkauan yang mengatur soal aksesibilitas agar pelayanan sesuai rute yang telah ditentukan dan tarif. Tarif menjelaskan agar biaya yang dikeluarkan penumpang hanya satu kali.

Poin kesetaraan tentang layanan prioritas dan ruang penyimpanan kursi roda. Terakhir, poin keteraturan yang isinya informasi pelayanan, informasi gangguan perjalanan bus, dan kinerja operasional menyangkut usia bus maksimal 25 tahun.

[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK