Informasi-informasi kredensial ini dikumpulkan dan digunakan agar pelaku bisa mengambil alih dompet digital atau rekening bank. Contoh kasus penipuan seperti dialami oleh Maia Estianty, Aura Kasih dan wartawan asal Papua, Prameswara.
"100 persen kasus yang anda lihat di media disebabkan oleh rekayasa sosial," ujar Chief Information Security Gojek George Do kepada awak media di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data-data kredensial tersebut termasuk informasi, kata sandi, one time password (OTP), hingga alamat email.
George mengatakan seberapa aman pun teknologi tetap bisa dibobol dengan rekayasa sosial. Rekayasa sosial tersebut menyerang ke manusia bukan sistem keamanan.
Ia kemudian memberikan contoh kasus rekayasa sosial di Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang disebabkan oleh kecerobohan pegawai, bukan karena sistem keamanan yang lemah.
[Gambas:Video CNN]
Para pelaku menggunakan modus dumpster diving yang bisa diartikan menyelam tempat sampah. George mengatakan pelaku mengambil dokumen-dokumen yang dibuang di tempat sampah. Kemudian pelaku memindai dokumen tersebut dan dijual online.
"Untuk mengamankan diri dari penipuan intinya adalah edukasi dan kesadaran orang," ujar George. (jnp/mik)