Berkat GrabFood, Kedai Lotek Bu Bagyo Ramai Meski Low Season

Grab, CNN Indonesia | Sabtu, 08/02/2020 18:49 WIB
Pemilik Lotek Gado-gado Bu Bagyo di Yogyakarta mengatakan Grabfood membantu usahanya meski saat low season. Ilustrasi Grab. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Membahas kuliner Yogyakarta sebenarnya tak melulu tentang gudeg. Yogya juga punya makanan khas lain yang rasanya tak kalah istimewa. Terdapat warung lotek dan gado-gado terkenal di kota seni ini, yakni Lotek Gado-Gado Bu Bagyo.

Pemilik Lotek Gado-gado Bu Bagyo Yudhiantoro mengaku tak khawatir tidak menjual gudeg yang telah menjadi 'trademark' kotanya. Justru itu menjadi tantangan baginya untuk memopulerkan jenis kuliner lain.

"Bu Bagyo ini fokusnya mau menjadikan lotek gado-gado sebagai icon-nya Yogya," ujar Yudhiantoro optimistis.


Dengan logat Jawanya yang kental, ia mengungkapkan rahasia kedainya bisa selaris sekarang.

"Kita punya ciri khas bakwan. Jadi lotek yang menggunakan bakwan itu awalnya hanya Bu Bagyo, tapi kemudian banyak ditiru," ujarnya sambil tertawa.

Bagi orang yang berasal dari luar Yogya dan Jawa Tengah, mungkin akan rancu membedakan lotek dan gado-gado. Sekilas penyajian keduanya tampak mirip. Sama-sama berbahan campuran sayur-mayur yang disiram saus kacang.

Namun sebenarnya keduanya berbeda dari segi rasa dan cara pengolahan. Lotek menggunakan bayam, tauge, dan kubis. Kencur dominan pada bumbu kacangnya.

"Tapi kalau untuk gado-gado, bumbu kita haluskan dulu sampai keluar minyaknya, kemudian kita masak dengan bumbu-bumbu yang hampir sama dengan bumbu lotek, tapi [bumbu gado-gado] kita masak sampai mendidih, matang," ungkapnya.

Bahan-bahan yang digunakan pun tak asal-asalan. Yudhiantoro sangat ketat menjaga standar kualitas bahan baku lotek dan gado-gadonya.

"Yang membedakan kita dari lotek-lotek biasa itu adalah pilihan kacang. Kita kacangnya langsung dari Gunung Kidul dan standar kacangnya yang baik. Sedangkan bayam, kita sudah sampai ke petani untuk meminta menanamnya. Jadi beberapa sayuran sudah mulai kita rintis. Itu yang menimbulkan rasanya lebih enak."

Tak heran jika kedainya tak pernah sepi. Banyak pengunjung yang kembali lagi untuk makan di warungnya.

"Bumbunya yang kental dan tak bikin enek dibandingkan dengan bumbu-bumbu kacang lotek lainnya. Bumbu yang diberikan pun tak pelit. Itu yang menjadi daya tarik bagi pelanggan untuk kembali beli."
Grab
Yudhiantoro mengaku selama menjalani bisnis dengan tekun dan konsisten serta memiliki keunikan dalam masakan, maka bisa berjalan dengan mudah. Terlebih, ia merasa sangat terbantu dengan kehadiran GrabFood yang mampu mendongkrak penjualannya.

"Sebenarnya, ya mudah saja [menjalani bisnis kuliner]. Saya juga sangat berterima kasih bisa bekerja sama dengan GrabFood karena peningkatan [omzet] sangat terasa hingga 30 persen lebih. Apalagi kalau kondisi yang biasanya low season, sejak ada GrabFood kami nggak pernah terasa ada low season," akunya.

Ia pun berharap kolaborasi kedainya dengan GrabFood bisa berlanjut terus dan selalu ada peningkatan layanan agar penjualan para mitra GrabFood semakin meningkat. (fef)