LIPI: Orang Bisa Tertular Corona Lagi Meski Pernah Sembuh

CNN Indonesia | Senin, 16/03/2020 17:07 WIB
LIPI: Orang Bisa Tertular Corona Lagi Meski Pernah Sembuh Ilustrasi virus corona. (CNN Indonesia/Damar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti bidang mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra menyatakan orang yang sembuh dari infeksi Covid-19 tetap berpotensi terinfeksi virus corona lagi. Hal itu menanggapi pernyataan dalam sebuah video yang menyebut orang yang sudah sembuh tidak bisa menularkan Covid-19.

Menurutnya, kejadian outbreak yang disebabkan oleh virus seperti Covid-19 tidak bisa disamakan dengan outbreak yang disebabkan oleh bakteri.

"Bukan jaminan kalau sudah terinfeksi sekali tidak akan terinfeksi lagi," ujar Sugiyono kepada CNNIndonesia.com, Senin (16/3).


Sugiyono menuturkan kebanyakan outbreak berakhir dengan karantina dan isolasi, serta memutus sumber penularan. Apabila terinfeksi virus, dia berkata memang benar tubuh akan membentuk antibodi atau kekebalan sehingga sulit atau tidak bisa terinfeksi lagi. 


Namun, dia berkata tidak semua tubuh yang terinfeksi Covid-19 begitu. Pasalnya, dia menyebut untuk Covid-19 kasus terinfeksi sudah dilaporkan oleh beberapa negara. 

"Kemungkinan infeksi SARS-CoV-2 juga membentuk antibodi, tapi berapa lama bertahan itu yang belum tahu pasti," ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiyono menyampaikan penanggulangan outbreak sebenarnya dapat dilakukan dengan dua cara, yakni lewat pharmaceutical dengan mengembangkan obat, vaksin, ataupun alternatif treatment lainnya. 

Kedua, dia berkata melalui non pharmaceutical dengan karantina dan isolasi, langkah protektif personal, travel restriction, hingga social distancing.

"Karantina dan isolasi memang metode yang dari dulu sudah dijalankan untuk menanggulangi outbreak. Disamping dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memusnahkan sumbernya apabila diketahui," ujar Sugiyono.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, Sugiyono mengingatkan tidak semua virus corona berhenti setelah menyebar dalam waktu tertentu. Pasalnya, dia berkata virus corona yang menyebabkan MERS masih ditemukan meski dalam jumlah yang kecil.

"Beberapa pakar dulu memprediksi bahwa Covid-19 akan menjadi pandemi, akhirnya terjadi dan virusnya pun akan bermutasi dan gejala yang yang ditimbulkan akan semakin ringan dan akhirnya dapat menjadi penyakit saluran pernapasan yang umum," ujarnya.

Terkait dengan hal itu, Sugiyono pun mengingatkan semua pihak tidak menyepelekan pandemi Covid-19. Terlebih dia berkata banyak karakter dari penyakit tersebut yang belum diketahui sejak pertama kali mewabah di Kota Wuhan, Hubei, China, pada Desember 2019.

"Kita tidak tahu ke depan akan seperti apa berakhirnya. Tetap melakukan usaha containment sesuai rekomendasi badan berwenang," ujarnya.

Lebih dari itu, dia menilai lock down bukan hal yang tidak mungkin dilakukan karena merupakan salah satu bentuk komitmen pihak berwenang/pemerintah untuk menyelamatkan jutaan nyawa warganya.

"Walaupun dengan mengorbankan hal yang berharga, yaitu perekonomian suatu negara," ujar Sugiyono.

(jps/DAL)