Whatsapp-Facebook Messenger Bakal Bisa Saling Kirim Pesan

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 19:46 WIB
Ilustrasi Whatsapp Ilustrasi. Whatsapp disebut menunjukkan tanda-tanda mulai melakukan integrasi dengan Facebook Messenger (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

WhatsApp dikabarkan akan segera terintegrasi dengan layanan Facebook Messenger, sehingga pengguna kedua layanan pesan instan ini bisa saling berkirim pesan.

Hal ini diungkap oleh WABetaInfo yang menemukan deretan kode WhatsApp di basis data lokal Facebook. Deretan kode tersebut menandakan pengguna WhatsApp dan Facebook bisa saling berkomunikasi lintas platform.

Deretan kode tersebut menunjukkan Facebook dapat mengetahui apabila kontak WhatsApp diblokir, suara notifikasi push, hingga detail chat.


Facebook tetap tidak mengetahui isi chat, namun Facebook bisa mengetahui nomor ponsel kontak, jumlah pesan, dan apabila suatu pesan diarsipkan, anggota grup tertentu dan gambar profil kontak.

Dilansir dari WABetaInfo, sebagai pesan WhatsApp yang terenkripsi ujung ke ujung, kemungkinan Facebook akan mengimpor sinyal untuk mengenkripsi dan mendekripsi pesan yang sudah digunakan oleh WhatsApp.

Dilansir dari GSMArena, WABetaInfo belum mengetahui kapan integrasi antara WhatsApp dan Facebook Messenger akan terjadi. Ini adalah fitur yang sangat rumit dan membutuhkan banyak waktu. 

WABetaInfo bahkan mengatakan tidak mengetahui apakah rencana untuk menggabungkan layanan itu akan berlanjut atau tidak dilanjutkan.

Saat ini, Instagram sedang gencar merekomendasikan mengunduh Facebook Messenger. Rekomendasi tersebut berada di dalam pengaturan iInstagram

Sebelumnya, sejak tahun lalu, CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg telah berencana untuk mengintegrasikan layanan Facebook Messenger, WhatsApp, dan Instagram.

"Alasan pertama saya mengintegrasikan ketiganya agar lebih banyak layanan terenkripsi seperti halnya WhatsApp. Saya pikir ada peluang untuk menggunakan layanan terenkripsi di semua layanan," ucapnya.

Rancangan Facebook itu akan memungkinkan pengguna mengirimkan pesan antar-ketiga platform tersebut.

Diberitakan New York Times pertama kalinya, ketiga aplikasi akan tetap beroperasi secara terpisah, hanya saja infrastruktur dasar ketiganya akan disatukan lewat pengkodean ulang.

(jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]