Penentuan Arah Kiblat Hari Ini Saat Matahari di Atas Ka'bah

CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 07:47 WIB
Sejumlah umat berswafoto dengan latar belakang Kabah di Masjidil Haram, Mekkah. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki Ilustrasi matahari di atas Ka'bah di Mekah. (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Agama menyatakan Matahari akan melintas di atas Ka'bah pada 15 hingga 16 Juli 2020. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Agus Salim menjelaskan informasi itu berdasarkan data astronomi.

"Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja akan mengarah lurus ke Ka'bah," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7).

Agus menuturkan fenomena alam itu akan terjadi pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Secara tanggal dan waktu, dia berkata kejadian itu juga sama dengan peristiwa pada 2018.


Lebih lanjut, Agus menjelaskan fenomena matahari di atas Ka'bah dikenal juga dengan nama Istiwa A'dham atau Rashdul Qiblah. Istilah itu adalah waktu Matahari di atas Ka'bah di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat. 

"Peristiwa yang sama terjadi juga pada 27 dan 28 Mei 2020 yang lalu," ujarnya.

Momentum itu, lanjut Agus dapat digunakan olej umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya. Caranya adalah dengan menyesuaikan arah kiblat dengan arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.

Agus membeberkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat, yakni  benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan Lot/Bandul.

Infografis Cara Cek Arah Kiblat Kala Matahari di Atas KabahFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Infografis Cara Cek Arah Kiblat Kala Matahari di Atas Ka'bah

Kedua, dia berkata permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata.

"Tiga, jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom," ujar Agus.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]