Digitalisasi UMKM RI, Startup BukuKas Dapat Dana Rp134 Miliar

CNN Indonesia | Kamis, 27/08/2020 03:47 WIB
Startup keuangan digital untuk pelaku UMKM BukuKas mendapat pendanaan Pra-Seri A sebesar Rp134 miliar di tengah pandemi Covid-19. Ilustrasi Startup. (Istockphoto/ismagilov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan rintisan atau startup keuangan digital untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia, BukuKas, baru saja mengumumkan putaran pendanaan Pra-Seri A sebesar US$9 juta (setara dengan Rp134 miliar) di tengah pandemi Covid-19.

Sejumlah investor yang terlibat dalam pendanaan kali ini adalah program akselerasi startup Surge milik Sequoia Capital India, Saison Capital, Speedinvest, S7V, January Capital, Prasetia Dwidharma, Cambium Grove Capital, Alter VC, Taurus VC dan XA Network.

Suntikan dana tersebut membuat BukuKas telah meraup total pendanaan sebesar US$12 juta. Pendanaan akan digunakan untuk mengembangkan fitur produk dan inovasi (guna membangun kepemimpinan di pasar aplikasi keuangan digital di Indonesia).


CEO dan Co-Founder BukuKas Krishnan Menon mengatakan perkembangan BukuKas yang sangat pesat sejak diluncurkan dalam 8 bulan terakhir telah menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia sudah siap untuk beralih ke digital.

"Saat ini, 73 persen pengusaha berada di luar kota besar sehingga produk dan layanan yang tersedia bagi mereka tergolong sedikit. BukuKas berkomitmen untuk menjangkau mereka, karena mereka adalah Indonesia yang sebenarnya, tulang punggung ekonomi kita," katanya lewat keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Lewat misi untuk membawa jutaan pedagang dan pengusaha kecil ke era digital, aplikasi seluler ini menyediakan solusi pembukuan yang sederhana dan handal dalam membantu UMKM melacak penjualan, laba, dan kredit yang diharapkan dapat menggantikan sistem pencatatan tradisional berbasis kertas dan pulpen.

Dengan BukuKas, para pengusaha mampu mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai faktor-faktor yang dapat mendorong laba dan arus kas mereka, memungkinkan mereka untuk meningkatkan proses bisnis mereka secara aktif.

Aplikasi tersebut juga mengirim pemberitahuan melalui aplikasi WhatsApp kepada pelanggan saat kredit jatuh tempo. Proses yang mudah tersebut membantu pemilik usaha kecil untuk mengurangi pengeluaran sebanyak 20 persen dan menghemat 2 hingga 4 jam per hari tanpa perlu melakukan perhitungan manual dan rekonsiliasi akun.

Berbicara tentang pendanaan Pra Seri-A yang digalang BukuKas, Principal di SpeedInvest Christopher Zemina mengatakan di SpeedInvest, pihaknya fokus kepada usaha startup teknologi keuangan inovatif yang memecahkan masalah inklusi finansial secara keseluruhan di seluruh dunia.

Selain Whiteboard Capital, BukuKas juga didukung oleh beberapa angel investor ternama seperti Amrish Rao (Pinelabs, Citrus Pay), Edward Tirtanata (Kopi Kenangan), Willy Arifin (KoinWorks, Alternate Ventures), Nipun Mehra (Ula, Sequoia India), Patrick Walujo (Northstar Ventures), Sandeep Tandon (Freecharge), dan Jonathan Swanson (Thumbtack).

Tim BukuKas, yang diinkubasi oleh Whiteboard Capital pada tahun 2019, telah berdialog dengan ribuan pemilik UMKM di berbagai wilayah Indonesia selama beberapa bulan untuk memahami tantangan yang mereka hadapi lewat pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk merancang produk yang berorientasi pada pengguna dengan memecahkan tantangan-tantangan tersebut dengan solusi yang sederhana dan efektif.

(dal/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK