Ahli Respons Klaim China Sudah 'Lulus' Pandemi Covid-19

CNN Indonesia | Jumat, 11/09/2020 12:34 WIB
Ahli epidemiolog merespons klaim China kalau negara itu sudah lulus pandemi Covid-19. Ilustrasi. Presiden China Xi Jinping (AP/Ng Han Guan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif membenarkan China sudah lulus dari pandemi Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2.

Syahrizal menuturkan keberhasilan China menangani pandemi terlihat dari angka kasus harian yang saat ini sangat sedikit jika dibandingkan dengan beberapa bulan lalu.

"China berhasil mengatasi wabah dan saat ini dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik," ujar Syahrizal kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/9).


Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa negaranya telah lulus melawan virus corona. Dia mengungkapkan hal ini dalam sebuah upacara penghargaan untuk para tenaga medis China.

Menilik dari Worldometer, total kasus positif corona di China berjumlah 85.144, dengan 4.634 orang dilaporkan meninggal dunia karena virus tersebut sedangkan 80.335 dinyatakan sembuh.

Di situs yang merangkum jumlah kasus dari 215 negara tersebut, China kini berada di posisi 39, dengan kata lain ada 34 negara yang menyalip kasus corona di China.

Syahrizal menyebut keberhasilan itu berkat penanganan maksimal yang dilakukan oleh China sejak kasus Covid-19 diketahui. Minimnya jumlah kasus didorong oleh maksimalnya penanganan, misalnya melakukan penguncian wilayah.

Hal ini dilakukan China dengan mengunci 11 juta penduduk di Kota Wuhan, tempat pertama ditemukannya kasus Covid-19. Tidak tanggung-tanggung, China mengeluarkan kebijakan penguncian wilayah untuk mencegah meluasnya penularan selama 2,5 bulan.

Bahkan, dia menyampaikan tenaga kesehatan China menyambangi rumah 5 juta dari 11 juta penduduk untuk memantau kesehatan harian.

Selain itu, semua warga yang dicurigai terinfeksi (suspect), serta mereka yang punya kasus ringan hingga sedang, ditempatkan di pusat karantina. Mereka tidak melakukan isolasi mandiri di rumah seperti di negara lainnya.

"Tidak ada satupun negara yang mampu melakukan standar penanggulangan seperti di China," ujarnya.

Di sisi lain, Syahrizal sepakat dengan pernyataan Presiden China Xi Jin Ping bahwa masalah utama Covid-19 adalah birokrasi dan formalitas. Sehingga, dia mengaku ragu Indonesia bisa meniru China dalam menangani pandemi Covid-19, karena birokrasi dan formalitas masih bermasalah.

"Jadi, itu adalah China dengan kisah suksesnya. Dan sekarang sudah mulai dengan vaksin untuk penyedia perawatan kesehatan mereka sendiri," ujar Syarizal.

"Mereka sudah berhasil mengatasi wabah Covid-19. Dunia hanya bisa menonton saja, tidak bisa meniru," ujarnya.

Lebih lanjut, Xi Jinping menyebut negara itu sudah melewati ujian yang luar biasa dan bersejarah. Sehingga, pemerintah China memberikan medali emas kepada empat pahlawan dari bidang medis China di depan ratusan delegasi.

Orang pertama yang diberikan penghargaan adalah Zhong Nanshan (83). Zhong pun saat ini tengah dimunculkan sebagai wajah perjuangan Tiongkok melawan penularan Covid-19.

Tiga orang lainnya yakni ahli biokimia Chen Wei, kepala rumah sakit di Wuhan, dan seorang ahli pengobatan tradisional Tiongkok berusia 72 tahun.

(jps/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK