Demi Cuan, Startup Akan Berebut Buat Fitur Finansial di RI

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 16:36 WIB
Gojek dan Grab adalah startup yang sudah mengarah ke industri finansial dari fitur pinjaman kepada restoran yang dinilai banyak untung. Ilustrasi startup. (Istockphoto/ismagilov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Head of Research & Institutional Business PT Trimegah Securities Tbk, Sebastian Tobing memperkirakan seluruh perusahaan rintisan atau startup yang ada di Indonesia akan menjalankan fungsi finansial. Dia mengatakan sektor finansial lebih menguntungkan daripada sektor lain.

"Itu prospeknya sangat besar di industri finansial," ujar Sebastian dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9).

Sebastian menuturkan Gojek dan Grab adalah perusahaan rintisan yang sudah mengarah ke industri finansial. Hal itu terlihat dari fitur pinjaman kepada restoran yang menjadi mitra mereka.


Dengan data yang dimiliki Grab dan Gojek mereka tahu restoran yang memiliki penjualan yang baik.

"Jika ada orang yang akan mengajukan pinjaman, Gojek dan Grab sudah pasti memiliki data yang valid. Ini juga yang kelak akan dilakukan oleh Grab dan Gojek di sektor finansial," ujarnya.

Dengan data yang sangat bagus yang dimiliki oleh Grab dan Gojek, Sebastian yakin Non Performing Loan (NPL) dua platform digital tersebut akan rendah ketika memberikan kredit mikro.

"Berbeda dengan perusahaan fintech yang tidak memiliki data yang bagus. Akibatnya NPL di perusahaan fintech menjadi lebih besar," ujarnya.

Lebih lanjut, Sebastian menyampaikan berbagai perusahaan BUMN dan swasta nasional saat ini tengah getol mencari dan berinvestasi di perusahaan rintisan guna mendukung penggerak ekosistem digital Indonesia.

Contohnya, dia berkata PT Bank Central Asia Tbk meluncurkan SYNRGY agar para startup memperoleh pembekalan secara maksimal untuk mendukung produk-produk inovatif.

Selain BCA, Telkom Group juga sudah menjadi berinvestasi di beberapa perusahaan rintisan di Indonesia. Bahkan, BUMN telekomunikasi itu menyiapkan investasi di kisaran US$300-500 juta.

Khusus Telkom, Sebastian menyebut bukan hal yang baru perusahaan telekomunikasi berinvestasi di perusahaan rintisan. Operator telekomunikasi asal Inggris Vodafone melalui Vodafone Ventures juga melakukan investasi di perusahaan rintisan hingga mencapai US$2 miliar.

"Sangat menarik jika benar Telkom Group akan investasi di Gojek. Ini good bisnis banget," ujarnya.

Lebih dari itu, Sebastian tidak mengelak Gojek dan Grab yang bergerak di bisnis ride hailing masih mengalami tekanan selama pandemi Covid-19. Akan tetapi, Gojek dan Grab berhasil menggembangkan layanan kesehatan yang sangat bagus.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]