Alibaba dan SoftBank 'Bayangi' Pembicaraan Merger Grab-Gojek

CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2020 20:35 WIB
Gojek dan Grab dikabarkan kembali melakukan pembicaraan soal merger yang akan disokong SoftBank dan Alibaba. Ilustrasi Grab dan Gojek dikabarkan akan merger. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gojek dan Grab dikabarkan kembali melakukan pembicaraan soal merger. Pembicaraan ini muncul setelah CEO SoftBank, Masayoshi Son mendukung rencana merger. Akan tetapi, merger ini juga terhalang setelah Alibaba berencana investasi di Grab.

Diskusi tersebut muncul ketika kedua perusahaan yang bersaing ini merugi di berbagai negara akibat berbagai pembatasan terkait virus Covid-19. Di Indonesia yang merupakan tempat kedua perusahaan bersaing ketat, kedua perusahaan juga merugi.

Nilai valuasi kedua aplikasi 'super platform' ini turun secara substansial di pasar sekunder, di mana saham diperdagangkan secara informal. Saham Grab yang berbasis di Singapura, yang bernilai US$14 miliar pada putaran pendanaan terakhirnya di 2019 telah diperdagangkan dengan diskon 25 persen.


Saham Gojek yang bermarkas di Jakarta, senilai hampir US$10 miliar tahun lalu, juga telah dijual dengan diskon besar. Kerugian yang timbul akibat Covid-19 kepada bisnis ride-hailing menekan Grab dan Gojek untuk melakukan merger.

Pembicaraan merger sesungguhnya telah dibicarakan oleh Grab da Gojek pada enam bulan lalu. Namun hal ini mendapat tentangan dari Son.

Dilansir dari Financial Times, Son mengatakan merger ini akan menjadi industri monopoli, di mana perusahaan dengan uang tunai paling banyak pada akhirnya mendominasi pasar tertentu.

Potensi merger bisa gagal akibat Alibaba

Alibaba disebut berencana untuk berinvestasi sebesar US$3 miliar ke Grab.  Para pengamat mengatakan apabila investasi terjadi, hal ini mempersulit upaya merger Grab dan Gojek.

Mengutip BusinessTimes, Alibaba dikabarkan akan mengakuisisi sebagian saham Grab yang dimiliki oleh perusahaan ride-hailing asal AS, Uber.

Uber memegang 23,2 persen saham di Grab pada akhir 2018. Saham ini diperoleh oleh raksasa ride-hailing yang berbasis di AS itu memutuskan untuk menghentikan operasional Asia Tenggara.

Jika investasi Alibaba berhasil, maka investasi mungkin akan menjadi kesepakatan terbesar raksasa e-commerce China di Asia Tenggara setelah menghabiskan US$ 4 miliar untuk mengambil alih Lazada.

Selain bisa mempersulit merger, Alibaba bisa membuat peningkatan ketidakpercayaan terhadap merger Grab dan Gojek.

"Jika merger Grab-Gojek tidak cukup sulit, masuknya Alibaba dan bisnis terkaitnya akan meningkatkan pengawasan regulasi," kata direktur dan kepala riset Asia di grup penasihat United First Partners, Justin Tang.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]