Fakta Genetik Norovirus yang Hebohkan China, Mirip Covid-19

CNN Indonesia | Selasa, 13/10/2020 13:38 WIB
Infeksi norovirus membuat puluhan mahasiswa di China mengalami gejala muntah, diare, dan demam. Ilustrasi infeksi norovirus yang mirip Covid-19. (Dok. CNN.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Infeksi norovirus dilaporkan melanda China. Sejumlah mahasiswa Universitas Keuangan dan Ekonomi Shanxi di Taiyuan mengalami gejala muntah, diare, dan demam usai terinfeksi norovirus.

Norovirus bukan merupakan virus baru. Virus yang sebelumnya disebut virus Norwalk atau Norwal telah menyebabkan wabah gastroenteritis di sebuah sekolah di Norwalk, Amerika Serikat, pada 1968.

Melansir situs Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, CDC, norovirus merupakan bagian dari keluarga Caliciviridae.  Norovirus adalah sekelompok virus RNA (Ribonucleic acid) untai tunggal yang tidak terbungkus, yang terutama menyebabkan gastroenteritis akut (radang lambung dan atau usus).


Norovirus diklasifikasikan menjadi sepuluh genogroup (GI-GX) dan 48 genotipe. Varian dari genotipe GII.4 (seperti GII.4 Sydney, GII.4 New Orleans, hingga GII.4 Hong Kong adalah penyebab paling umum dari penyakit norovirus di seluruh dunia.

Norovirus adalah penyebab paling umum dari gastroenteritis akut yang setiap tahun menyebabkan sekitar 685 juta kasus. Sekitar 200 juta kasus terlihat di antara anak-anak di bawah usia 5 tahun, yang menyebabkan sekitar 50.000 kematian anak per tahun, kebanyakan di negara berkembang.

Metode diagnostik untuk fokus norovirus menggunakan pendeteksian RNA virus (materi genetik) atau antigen virus. Seperti virus corna, real-time polymerase chain reaction (RT-qPCR) digunakan untuk mendeteksi norovirus karena sangat sensitif dan spesifik.

Baru-baru ini, beberapa platform komersial untuk mendeteksi beberapa patogen gastrointestinal telah tersedia. Mereka termasuk genogroup I dan genogroup II norovirus. Sensitivitas tes ini berada dalam kisaran yang sama dengan RT-qPCR.

Melansir Web MD, norovirus dapat menyerang sepanjang tahun, lebih sering terjadi pada musim dingin. Gejala khas orang yang terinfeksi norovirus adalah mual, muntah (lebih sering pada anak-anak), diare berair (lebih sering pada orang dewasa), dan kram perut.

Norovirus dapat bertahan pada tubuh manusia hingga 8 minggu. Artinya ada kemungkinan seorang yang terinfeksi bisa membuat orang lain sakit. Biasanya infeksi ini semakin berkurang seiring waktu.

Proses infeksi norovirus beragam, bisa melalui makanan, minuman, benda, dan udara. Norovirus juga dapat bertahan hidup pada suhu ekstrim di air dan di permukaan.

Seperti virus lainnya, norovirus diklaim tidak merespons antibiotik yang dirancang untuk membunuh bakteri. Tidak ada obat antivirus yang dapat mengobati norovirus, tetapi penyakit akibat infeksi norovirus akan hilang dengan sendirinya dalam 1 hingga 3 hari pada orang sehat.

Kebersihan yang baik adalah kunci untuk mencegah infeksi norovirus.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK