Astronom Ungkap 6 Galaksi Terjebak di Lubang Hitam Supermasif

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 02:35 WIB
Enam galaksi yang terjebak dalam lubang hitam supermasif disebut terjadi setelah pembentukan alam semesta dalam teori Big Bang. Ilustrasi lubang hitam supermasif. (Event Horizon Telescope Collaboration/Maunakea Observatories via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para astronom menemukan enam galaksi yang terjebak dalam lubang hitam supermasif (supermassive black hole) setelah pembentukan alam semesta dalam teori Big Bang.

Penelitian menunjukkan lubang hitam ini muncul pada awal sejarah alam semesta. Lubang hitam ini terbentuk dari reruntuhan bintang-bintang pertama, namun astronom belum dapat menjelaskan mengapa lubang hitam itu menjadi raksasa.

Lubang hitam yang baru ditemukan memiliki berat setara dengan 1 miliar kali massa Matahari dan ditemukan oleh European Southern Observatory (ESO). Lubang hitam ini telah ada sebelum alam semesta menginjak umur satu miliar tahun.


Astronom mengatakan temuan ini dapat membantu memberikan penjelasan tentang bagaimana lubang hitam supermasif seperti yang ada di pusat Bima Sakti bisa membesar.

Hal ini karena para astronom percaya bahwa sebuah filamen yang menjebak gugus galaksi membawa cukup gas untuk memberi makan lubang hitam. Sehingga lubang hitam bisa terus tumbuh besar.

"Filamen jaring kosmik seperti benang jaring laba-laba. Galaksi-galaksi berdiri dan tumbuh di tempat bersilangannya filamen, dan aliran gas  tersedia untuk bahan bakar galaksi dan lubang hitam supermasif pusat  dapat mengalir di sepanjang filamen,"  kata Marco Mignoli, astronom di National Institute for Astrophysics (INAF) di Bologna.

Mignoli juga turut memimpin penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics. Ia mengatakan hingga saat ini belum ada penjelasan yang baik terkait keberadaan lubang hitam awal berukuran raksasa.

Para peneliti mengatakan struktur web mungkin terbentuk dengan bantuan materi gelap (dark matter) yang diperkirakan menarik sejumlah besar gas di awal alam semesta.

"Temuan kami mendukung gagasan bahwa lubang hitam paling jauh dan masif terbentuk dan tumbuh di dalam lingkaran cahaya materi gelap masif dalam struktur skala besar," kata salah satu penulis Colin Norman dari Universitas Johns Hopkins.

Seluruh jaring memiliki luas lebih dari 300 kali ukuran Bima Sakti. Akan tetapi, dikatakan bahwa galaksi tersebut juga termasuk yang paling redup yang dapat dilihat oleh teleskop saat ini.

Oleh karena itu, astronom mengatakan mungkin dilakukan dengan menggunakan teleskop optik terbesar yang tersedia, termasuk Teleskop Sangat Besar ESO di Gurun Atacama Chili.

"Kami yakin kami baru saja melihat puncak gunung es, dan beberapa galaksi yang ditemukan sejauh ini di sekitar lubang hitam supermasif ini hanyalah yang paling terang," kata salah satu penulis, Barbara Balmaverde, astronom di INAF di Torino, Italia.

Dilansir dari Inverse, penelitian ini adalah yang terbaru untuk mencoba menjelaskan formasi misterius lubang hitam yang bisa disebut sebagai monster kosmik. Lubang hitam sangat padat sehingga cahaya pun tidak bisa lepas dari tarikan gravitasi mereka.

Pada bulan September, dua konsorsium dari sekitar 1.500 ilmuwan melaporkan penemuan GW190521 yang dibentuk oleh tabrakan dua lubang hitam yang lebih kecil.

Apa yang diamati para ilmuwan adalah gelombang gravitasi yang dihasilkan lebih dari tujuh miliar tahun lalu ketika mereka saling bertabrakan, melepaskan energi senilai delapan massa matahari dan menciptakan salah satu peristiwa paling kuat di Alam Semesta sejak Big Bang.

Dilansir dari Science Alert, berukuran 142 massa matahari, GW190521 adalah lubang hitam "bermassa menengah" pertama yang pernah diamati.

Para ilmuwan mengatakan temuan itu menantang teori saat ini tentang pembentukan lubang hitam supermasif. Temuan menunjukkan lubang hitam juga bisa terjadi melalui penggabungan berulang dari benda-benda berukuran sedang ini.

(jnp/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK