Bio Farma Bikin Vaksin Corona Lain, Tak Cuma Buatan China

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 12:32 WIB
Bio Farma tak cuma memproduksi vaksin corona dari China, tapi juga akan bikin vaksin Covid-19 lain dari CEPI. Bio Farma menyebut akan memproduksi vaksin corona CEPI, tak cuma vaksin Covid-19 Sinovac besutan China. (AFP/BAY ISMOYO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bio Farma menyatakan tak hanya produksi vaksin corona dari China, tapi juga akan memproduksi vaksin Covid-19 yang disponsori oleh CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations).

CEPI adalah koalisi pemerintah-swasta dan filantropis (para dermawan), yang berpusat di Norwegia. Organisasi ini bertujuan untuk mengatasi epidemi, dengan cara mempercepat pengembangan vaksin.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan CEPI memilih Bio Farma untuk memproduksi salah satu dari 12 hingga 13 kandidat vaksin yang berada di naungan CEPI.


"CEPI memilih Bio Farma sebagai salah satu produsen vaksin untuk buat vaksin yang disponsori CEPI. Ada sekitar 12-13 vaksin yang  sedang uji klinis dan salah satunya akan diserahkan kepada Bio Farma untuk produksinya," kata Honesti dalam konferensi virtual, Rabu (21/10).

Honesti menyatakan kemungkinan Bio Farma akan memproduksi vaksin CEPI pada kuartal keempat (Q4) 2021 yang bisa berlanjut hingga 2021 dengan pertimbangan berapa banyak vaksin yang akan diproduksi.

Honesti menyatakan pihaknya menyesuaikan dengan kapasitas produksi di Bio Farma sebab pada tahun 2021, Bio Farma akan memproduksi vaksin Sinovac untuk program vaksin Covid-19 di Indonesia.

"Untuk CEPI sendiri kita akan mulai produksi vaksin dari CEPI ini mulai W4 2021 (akhir Januari 2021) dan akan bisa diteruskan ke 2022. Tentunya dengan pertimbangkan berapa banyak vaksin yang diproduksi untuk mereka," kata Honesti.

Fasilitas Bio Farma yang dialokasikan untuk dimanfaatkan CEPI, dalam memproduksi vaksin Covid-19 diperkirakan sekitar 100 juta dosis per tahunnya

Terpilihnya Bio Farma merupakan kelanjutan dari hasil due diligence (uji kelayakan) pada tanggal 15 September 2020.

Uji kelayakan ini memberikan penilaian pada aspek sistem produksi vaksin dan mutunya, sistem analitik laboratorium, dan sistem teknologi informasi yang digunakan Bio Farma dalam memproduksi vaksin.

"Banyak lembaga-lembaga yang menemukan vaksin itu tak punya kapasitas untuk produksi. Pandemi ini menjadi pembelajaran kita pentingnya kolaborasi dari semua pihak yang mungkin akan berikan penemuan untuk selesaikan masalah pandemi," tutur Honesti.

Honesti mengaku Indonesia patut bangga atas pencapaian ini sebab Bio Farma berhasil menyisihkan berbagai produsen vaksin  yang berasal dari seluruh dunia

"Jadi kebanggaan Indonesia pula ada satu BUMN yang dipercaya lembaga internasional untuk produksi vaksin yang nantinya juga akan digunakan untuk menangani masalah pandemi ini," ujar Honesti.

(jnp/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK