Militer AS dan SpaceX Bakal Kirim Kargo Kilat Pakai Roket

CNN Indonesia | Jumat, 09/10/2020 06:53 WIB
Militer AS bekerjasama dengan SpaceX untuk melakukan layanan pengiriman kargo kilat yang sampai dalam 1 jam pakai roket. Ilustrasi roket SpaceX. (Gregg Newton / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Amerika Serikat (AS) bekerja sama dengan SpaceX dan XArc untuk mengirimkan kargo ke seluruh pelosok negeri dalam waktu hanya satu jam menggunakan roket.

Kerjasama ketiga lembaga ini akan mempelajari kemungkinan penggunaan kendaraan luar angkasa untuk mengangkut persediaan dalam keadaan darurat. Sebab, komando militer logistik Amerika Serikat ini ingin menggunakan roket yang bisa mendarat secara vertikal untuk mempercepat pengiriman logistik. 

Komandan Komando Transportasi AS, Jenderal Angkatan Darat Stephen Lyons mengatakan demonstrasi dari penelitian bisa dilakukan paling cepat pada 2021. Lyons berharap kapasitas kargo roket ini setara dengan kapasitas kargo 77,5 ton pesawat Boeing C-17.


"Pikirkan tentang memindahkan yang setara dengan muatan C-17 ke mana saja di dunia dalam waktu kurang dari satu jam," kata Lyons. 

C-17 adalah pesawat kargo militer yang sangat besar yang mampu mengangkut tank tempur utama seberat 70 ton.

Komando Transportasi telah menandatangani perjanjian penelitian dan pengembangan kerja sama, yang dikenal sebagai CRADA, dengan SpaceX and Exploration Architecture Corporation (XArc) untuk mempelajari konsep transportasi cepat melalui ruang angkasa.

Dilansir dari Space News, Lyons mencatat bahwa salah satu tantangan logistik militer adalah jarak, waktu, serta akses global.

"Ada banyak potensi di sini," kata Lyons.

Transportasi ruang angkasa memiliki batasan berat dan volume dibandingkan dengan pengangkutan udara, dan memiliki opsi terbatas untuk operasi peluncuran dan pemulihan. 

"Seiring kemajuan industri untuk mengatasi tantangan ini dan menurunkan biaya, kemampuan transportasi ruang angkasa untuk menempatkan kargo penting dengan cepat pada target pada jarak yang cukup menjadikannya alternatif yang menarik," kata Wakil Komandan Komando Transportasi AS, Wakil Laksamana, Dee Mewbourne.

Dilansir dari Flight Global, selama ini logistik militer dibatasi dengan ketinggian 12 kilometer dan kecepatan 965 km per jam. Mewbourne percaya roket bisa mempercepat 10 kali lipat dari angka tersebut.

Di bawah CRADA, peserta industri tidak dibayar tetapi memberikan sukarela waktu dan sumber daya untuk membantu pemerintah mempelajari kemungkinan penggunaan teknologi dan konsep ruang angkasa sebagai moda transportasi.

Salah satu skenarionya adalah membangun kemampuan transportasi ruang angkasa, mirip dengan program kesiapsiagaan darurat Civil Reserve Air Fleet (CRAF) di mana maskapai penerbangan sipil berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan pengangkutan udara DoD selama keadaan darurat.

"Saya tidak tahu seberapa cepat SpaceX bergerak, tetapi saya telah menerima pembaruan mereka dan saya dapat memberi tahu Anda bahwa mereka bergerak sangat cepat di area ini," kata Lyons.

Kemungkinan menggunakan kendaraan SpaceX untuk memindahkan kargo militer disebutkan pertama kali pada 2018 oleh mantan komandan Komando Mobilitas Udara, Jenderal Carlton Everhart.

Presiden dan Chief Operating Officer SpaceX Gwynne Shotwell pada  mengatakan perusahaan tersebut sedang berbicara dengan Angkatan Darat tentang kemungkinan menggunakan kendaraan roket untuk transportasi ke beberapa titik di sekitar Bumi dan mengirimkan kargo dalam beberapa menit ke seluruh dunia.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]