Jalan Panjang Suzuki, dari Mesin Tenun ke MotoGP

ryh, CNN Indonesia | Selasa, 17/11/2020 11:20 WIB
Kiprah Suzuki dalam industri sepeda motor global dan ajang balap punya jalan panjang hingga akhirnya bisa ikut MotoGP. Ilustrasi motor suzuki. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kiprah Suzuki dalam industri sepeda motor global dan ajang balap punya jalan panjang. Tidak ada yang menyangka produsen dengan logo S ini mulai terjun dalam industri sejak medio 1909 sebagai perusahaan pembuat mesin tenun.

Waktu berlalu, kemudian Suzuki mulai mendiversifikasi kegiatan. Perusahaan lantas bereksperimen dengan beberapa prototipe mobil kecil pada 1937, namun tidak ada yang diproduksi.

Baru pada 1951 atau setelah Perang Dunia II, Suzuki mulai membuat motor. Kemudian 1953 Suzuki memperkenalkan sepeda motor pertama, Diamond Free yang dilengkapi mekanisme roda sproket ganda dan transmisi dua kecepatan.

Tidak berhenti sampai di situ. Pada 1955 giliran motor Colleda COX yang memulai debut. Motor ini menggunakan rangka baja dan mesin 125 cc silinder tunggal empat tak serta transmisi tiga kecepatan.



Setelah itu pada 1961 bintang Jerman Timur, Ernst Degner membelot saat masih membalap untuk MZ di Grand Prix Swedia. Lalu pada 1962 dengan menggunakan teknologi MZ, Suzuki memenangkan kelas balap roda dua 50 cc.

Perusahaan mempertahankan gelar yang sama hingga 1967 dan memenangkan kategori 125cc dua kali dalam periode itu juga.

Pada 1963 Suzuki berekspansi dengan mendirikan Suzuki Motor Corp yang dibuka di Los Angeles.

Kemudian 1965 Suzuki merukis T20 atau Super 6 atau X6. Motor ini memiliki mesin twin dua tak. Angka enam pada motor ini menandakan transmisi yang mencapai enam kecepatan.

Lalu 1968 giliran T500 'Titan' yang dirilis Suzuki, mengutip Motorcycle.

Pada 1970 Suzuki kembali membuktikan eksistensi pada dunia balap melalui Joel Robert yang memenangkan kejuaraan Motocross Dunia kelas 250cc.

GT750 2-tak kemudian mengejutkan orang dengan mesin berpendingin cairan tiga silinder pada 1971. Namun motor dua tak ini tak sejalan dengan undang-undang  pengendalian polusi.

Motorcros TM400A juga mulai diproduksi. Motor dengan mesin 396 cc ini dirancang untuk balapan motorcross 500 cc. Roger Decoster memenangkan Kejuaraan Dunia 500 cc dengan versi pabrikan selama lima kali berturut-turut pada 1971-1976.

Hustler 400 kemudian dirilis pada 1972 yang merupakan versi jalanan dari TM400. Motor ini memiliki rangka dudukan ganda dan mesin 396cc silinder tunggal 2 tak.




Pada 1974 Suzuki kembali bereksperimen dengan membuat RE5 atau sepeda motor Jepang pertama dengan mesin putar. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan dengan harapan dapat memproduksi masal motor ini.

Namun setelah dua tahun, perusahaan meninggalkan proyek tersebut. Ada rumor menyebutkan segala hal yang menyangkur motor itu dibuang ke laut sehingga manajer Suzuki tidak perlu melihatnya lagi.

Pada 1975 Suzuki kembali melahirkan motor trail yakni RM125 dengan mesin 123 cc silinder tunggal dua tak berpendingin udara.

Puas dengan trail, Suzuki memugar motor onroad melalui GS750 empat tak dan empat silinder pada 1976. Lalu 1978, GS1000E menjadi model andalan Suzuki dari seri GS.

Selanjutnya Wes Cooley memenangkan AMA Superbike Championship menggunakan GS terbaru pada 1979. Satu tahun berselang pada 1980, GSX750E mengadopsi struktur Twin Swirl Combustion Chamber (TSCC) dan mesin DOHC yang ditingkatkan menjadi empat katup.

Kemudian GSX1100S Katana lahir pada 1981 setelah dirancang Desainer Jerman Hans A. Muth. Motor ini dapat melepas 111 hp pada 8.500 rpm.

Lalu pada medio 1983 hingga 1990, Suzuki banyak menelurkan produk yang ujungnya sukses pada ajang balap. Misalnya Jamie James memenangkan AMA Superbike Championship menggunakan GSX-R750 dan Suzuki meluncurkan DR-BIG 779 cc sebagai motor satu silinder dengan kubikasi paling besar.

Pada medio 1990 hingga 1999, Suzuki banyak merilis motor dengan kubikasi besar hingga 1.000 cc. Misalnya Bandit Bandit 1200 cc 16-katup, penyegaran GSX-R750, TL1000S sebagai motor sport Suzuki pertama dengan mesin V-Twin, hingga Suzuki Hayabusa.

Kemudian pada 2001, Suzuki mengembangkan GSX-R750 menjadi GSX-R1000 didukung mesin DOHC empat silinder 16 katup dan berpendingin cairan. Lalu 2005 terdapat moto trail empat tak yakni, RM-Z450.


Pada 2006 Suzuki kemudian melahirkan M109R bermesin V-Twin 1783 cc dan 2008 B-King diluncurkan yang menggendong mesin 1340 cc milik Hayabusa.

Lalu pada 2012 total produksi seri GSX-R dikatakan mencapai 1 juta unit.  Sejak diperkenalkan pada tahun 1985, nama GSX-R menjadi identik dengan motor sport berperforma tinggi, melansir situs Suzuki.

Tapi pada 2011 diketahui Suzuki sudah mengambil keputusan yakni berhenti pada ajang MotoGP. Baru satu tahun kemudian atau 2012 Suzuki mengembangkan motor baru yakni GSX-RR.

Motor ini dikenbangkan berdasarkan basis GSX-R. Motor kemudian dikembangkan selama bertahun-tahun dan diperkenalkan kembali melalui MotoGP 2015.

Saat ini atau lebih tepatnya pada 2020, pebalap tim balap Suzuki Ecstar, Joan Mir berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2020 bersama GSX-RR.

(DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK