Menakar Kolaborasi Telkomsel-Gojek Usai Investasi Rp2,1 T

CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 06:47 WIB
Pakar menilai investasi dalam jumlah besar yang dilakukan Telkomsel kepada Gojek merupakan hal yang rasional yang menguntungkan. Ilustrasi Gojek disuntik dana oleh Telkomsel. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gojek dilaporkan menerima suntikan dana dari Telkomsel sebesar Rp2,1 triliun. Dana sebanyak itu diklaim bakal digunakan untuk meningkatkan ekonomi digital di Indonesia.

Kolaborasi antara Gojek dan Telkomsel juga disebut sebagai upaya mempertegas posisi pemain lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Telkomsel merupakan perusahaan plat merah. Sedangkan Gojek merupakan startup buatan dalam negeri.

Pengamat Indef Bhima Yudhistira menilai investasi dalam jumlah besar yang dilakukan Telkomsel kepada Gojek merupakan hal yang rasional. Sebab, dia menilai investasi itu akan meningkatkan kinerja kedua belah pihak.


"Ini pilihan yang sangat rasional. Telkomsel bisa mengintegrasikan layanan telekomunikasi dan internetnya dengan Gojek," ujar Bhima kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/11).

Bhima menuturkan investasi yang dilakukan oleh Telkomsel ke Gojek merupakan imbas dari kegagalan pengembangan bisnis di masa lalu. Dia mengatakan Telkomsel pernah gagal mengembangkan platform blanja.com.

Menurutnya, BUMN seperti Telkomsel yang membuat anak usaha startup memiliki resikonya lebih besar dibanding menyuntik dana kepada startup sudah mapan.

Dengan berinvestasi ke Gojek, Bhima melihat Telkomsel bisa mengintegrasikan layanan telekomunikasi dan internetnya dengan Gojek.

"Tapi terkait posisi tawar tentu akan lebih rendah dibandingkan investor yang sudah masuk di awal dan dari segi kepemilikan saham dominan," ujarnya.

Lebih lanjut, Bhima mengaku tidak bisa memastikan kapan Telkomsel akan balik modal. Dia berkata keuntungan dari investasi  tergantung rencana bisnis dan kapan Gojek akan melepas saham ke publik lewat IPO.

"Kalau masih bakar uang dan merugi ya balik modalnya lebih lama," ujar Bhima.

Bhima menambahkan Alobaba dan Tencent adalah dua raksasa yang yang berhasil memanfaatkan suntikan investasi ke startup di Indonesia untuk menopang bisnis ecommerce. Buktinya, kata dia startup yang disuntik Alibaba dijadikan kanal untuk memasarkan produk dari China.

Lebih dari itu, Bhima menilai Telkomsel rugi ketika berinvestasi ke startup kecil karena birokrasi BUMN yang cenderung kaku.

"Dan pemilihan startup sepertinya kurang dilakukan secara hati-hati," ujarnya.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK