Kronologi Pembelian Batu Meteor Tapanuli Harga Rp200 Juta

fea, CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 22:59 WIB
Seorang warga Tapanuli mengaku mendapatkan Rp200 juta dari penjualan meteorit yang jatuh di atas rumahnya. Josua Hutagalung seorang warga yang rumahnya ditiban meteor di Dusun Sitambarat, Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.(Abdi Somat Hutabarat/detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Batu meteor yang jatuh di rumah Joshua Hutagalung (34) di Desa Satahi Nauli, Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara masuk dalam radar seorang kolektor asal Amerika Serikat yang kemudian memerintahkan tangan kanannya untuk menelusuri dan membeli barang luar angkasa tersebut.

Berdasarkan pemberitaan pembelinya adalah Jay Piatek (53), pemburu meteorit sejak 2003. Ia menyuruh Jared Collins, warga AS yang tinggal di Bali, untuk menemui Joshua buat membeli meteorit itu.

Rumah Joshua tertimpa meteorit 2,2 kg pada 1 Agustus, dia menjelaskan atap seng rumahnya bolong pada siang hari karena kejadian itu. Pria perajin peti mati ini bilang meteorit 1,8 kg dijual dengan harga Rp200 juta pada 17 Agustus kepada 'Mr Jared dari Bali'.


Collins menjelaskan melalui keterangan tertulis, pada 7 Agustus dia dihubungi sesama penggemar meteorit dari AS untuk mendapatkan meteor milik Joshua. Dia mendapat tugas memeriksa keaslian, melindunginya karena berpotensi rusak dan terkontaminasi, serta mengirimkannya kepada pemberi tugas.

"Ponsel saya menyala dengan tawaran gila bagi saya, saya kemudian pesan tiket pesawat," kata Jared dilansir dari Daily Mail.

Collins tidak menyebut siapa yang memerintahkannya, meski begitu dia menjelaskan penggemar meteorit itu sudah sepakat soal harga pembelian dengan Joshua sebelum dia datang ke rumah Joshua. Collins bilang proses negosiasi adil dan diterima baik oleh kedua belah pihak.

Singkat cerita Collins berangkat ke Sumatera Utara untuk bertemu Joshua dan meteorit kemudian mengecek keaslian, melindungi, kemudian memastikan pengiriman aman untuk pemesan. Dia mengaku mendapat penggantian biaya untuk perjalanan dan waktu.

Meteorit Joshua diketahui dijual kembali melalui situs jual-beli eBay dengan harga jauh lebih tinggi dari pembelian pertama, yakni 757 poundsterling (Rp14,1 juta) per gram. Bila dihitung total, meteorit 1,8 kg (1.800 gram) bernilai 1,4 juta poundsterling atau setara dengan Rp26 miliar.

Meteorit yang jatuh di rumah Joshua diklasifikasikan sebagai CM1 / 2 Carbonaceous Chondrite. Varietas yang sangat langka itu resmi dinamai Kolang.

Walau begitu Collins membantah harga jual meteorit tersebut, dia mengatakan harga yang disebut di pemberitaan tidak benar. Menurut dia harga asli kerahasiaan pembeli dan Joshua.

"Berdasarkan kesepakatan bersama. Tetapi jumlah yang dibayarkan atau diterima bukanlah 200 juta atau harga yang terlalu dibesar-besarkan sejumlah 25 miliar yang dilaporkan di seluruh dunia," kata Collins.

"Saat ini tidak ada meteorit dengan nilai seperti itu, dan tentunya tidak ada kolektor yang akan membayar harga tersebut," tambahnya.

(fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK