Ahli AS Buat Alat Covid-19 Seakurat Tes Swab Dalam 20 Menit

CNN Indonesia | Minggu, 13/12/2020 07:58 WIB
AS membuat uji serologis atau alat tes untuk mendeteksi antibodi Covid-19 hanya dalam 20 menit yang akuratnya dinilai sama dengan swab tes. Ilustrasi alat tes Covid-19. (AP/Michel Spingler)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para peneliti di Universitas California, Santa Cruz, Amerika Serikat (AS) mengembangkan uji serologi atau alat tes untuk mendeteksi antibodi terhadap SARS-CoV-2 yang menyebabkan infeksi Covid-19.

Profesor Teknik Biologi Molekuler UC Santa Cruz, Rebecca DuBois mengatakan metode baru yang dikembangkan timnya ini sama akuratnya dengan swab test, hanya saja pengukurannya lebih sederhana dan bisa melaporkan hasil lebih cepat.

"Tes kami sama sensitifnya dengan tes lain yang mampu mendeteksi antibodi yang rendah, ini menggabungkan keunggulan rapid tes yang mendapatkan hasil 20 menit, dengan hasil lebih akurat," kata DuBois, dilansir dari EurekAlert.


Metode baru ini, disebut uji imunosorben interferometri biolayer (BLI-ISA) yang mampu memberikan hasil kurang lebih 20 menit. Cara kerja metode BLI ISA ini menggunakan teknik optik. Deteksi dapat diketahui dari molekul optik yang terikat ke ujung biosensor serta optik dalam alat tersebut.

Menurut UCSC, instrumen yang diperlukan untuk melakukan interferometeri biolayer umum dilakukan di laboratorium penelitian.

Pada langkah pertama, ujung biosensor dicelupkan ke dalam larutan dengan kandungan antigen (protein virus) yang dikenali oleh antibodi. Saat antigen mengikat ke ujung biosensor, ia menghasilkan sinyal yang dapat digunakan untuk memastikan konsistensi dalam langkah pemuatan antigen.

Selanjutnya, setelah dicelupkan ke dalam larutan pencuci, biosensor dicelupkan ke dalam sampel plasma darah, menghasilkan sinyal sebagai antibodi yang mengikat antigen.

Sistem kekebalan tubuh akan membuat berbagai jenis antibodi yang berbeda, seperti IgM yang diproduksi pada awal infeksi, dan IgG, antibodi melawan virus yang lebih lama.

Pada langkah pengikatan antibodi, instrumen BLI ISA mendeteksi semua jenis antibodi yang mengikat antigen. Penemuan baru ini dapat mendeteksi dan mengukur antibodi IgG secara spesifik melalui ukuran pengikatan antibodi anti-IgG.

"Dengan demikian, pengujian memberikan pengukuran kuantitatif dari total antibodi dan antibodi IgG, dan dapat juga dirancang untuk mengukur isotipe yang berbeda," katanya.

Kelebihan alat ini adalah menggunakan antigen RBD yang dapat mendeteksi berbagai antigen. Sementara sebagian besar alat uji Covid-19 dirancang untuk mendeteksi antibodi terhadap protein virus yang menempel pada antibodi dan mengikat sel manusia.

Namun pengujian harus dilakukan di laboratorium karena membutuhkan peralatan lab. Keuntungan lainnya ialah pengujian lebih mudah dan tak sesulit pengujian swab tes.

(mel/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK