Pro Kontra Netizen untuk Ribka PDIP Penolak Vaksin Covid-19

CNN Indonesia | Rabu, 13/01/2021 13:27 WIB
Beberapa netizen meminta agar pernyataan Ribka PDIP dijadikan bahan untuk mengkaji kembali keamanan vaksin Covid-19 Sinovac. Ilustrasi politikus PDIP RIbka Tjiptaning penolak vaksin Covid-19. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota DPR Komisi IX dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning ramai menjadi perbincangan netizen lantaran terangan-terangan menolak vaksin Covid-19 Sinovac asal China.

Ribka menilai vaksin Covid-19 Sinovac masih diragukan dan mengungkapkan beberapa vaksin lainnya yang justru membuat orang lumpuh hingga meninggal dunia. Nama 'Ribka Tjiptaning' pun menjadi topik terpopuler di Twitter Indonesia hingga memunculkan pro dan kontra.

Seperti akun @inisifani. Ia mengatakan bahwa pandangan Ribka tidak sesuai dengan realita, karena BPOM saat ini sudah memberikan izin edar untuk vaksin Covid-19.


Akun @SahabatSaber mengatakan bahwa sikap anak buah Megawati Soekanoputri tersebut tidak mendukung program pemerintah Joko Widodo. Ia berharap Ribka ditegur agar tidak memberikan kesan melemahkan program pemerintah.

Namun tak sedikit netizen yang mendukung pernyataan sosok wanita yang mengaku keturunan kader Partai Komunis Indonesia (PKI) itu. Akun @dadangrhs menilai bahwa pernyataan Ribka yang menyatakan menolak vaksin itu pertanda adanya sinyal proses vaksin yang harus dikaji lagi.

Akun @DHananta79 menyikapi komentar Ribka tersebut dengan sikap pendapat biasa yang tak perlu diributkan. Asalkan tidak membuat repot orang lain saat sakit nanti.

Sebelumnya, Ribka menjadi orang pertama di Indonesia yang menolak disuntik vaksin corona. Ia mengisyaratkan masih meragukan keamanan dari vaksin Sinovac di hadapan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Kedua, soal vaksin, saya tetap tidak mau divaksin meskipun sampai yang usia 63 tahun bisa divaksin," kata Ribka yang saat ini berusia 61 tahun.

Ribka mencontohkan sejumlah konsekuensi usai dilakukan program vaksinasi, seperti vaksin polio dan vaksin kaki gajah. Menurut catatannya, program vaksin tersebut menimbulkan dampak seperti lumpuh hingga meninggal dunia di beberapa daerah.

"Jadi, jangan main-main dengan vaksin ini. Saya bilang saya yang pertama menolak vaksin," ujarnya.



(can/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK