Aplikasi DokterSafe Bantu Dokter dan Nakes Lawan Covid-19

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 17:28 WIB
Aplikasi DokterSafe hadir untuk membantu melindungi dokter dan tenaga kesehatan melawan pandemi Covid-19. llustrasi dokter dan tenaga kesehatan lawan Covid-19. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Program vaksinasi Covid-19 sudah dimulai di Indonesia. Namun, angka positif virus SARS-CoV-2 di Tanah Air masih terus meningkat.

Protokol kesehatan wajib dijalankan oleh semua warga demi membantu meringankan perjuangan para dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang berada di garda terdepan melawan pandemi virus corona.

Berangkat dari fakta itu, Aplikasi DokterSafe hadir untuk membantu melindungi para nakes dan dokter untuk memperoleh informasi, edukasi, hingga komunikasi yang lengkap menghadapi Covid-19.


Platform kesehatan hasil karya anak-anak muda Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Unair dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini akan diluncurkan secara resmi pada 17 Januari 2021.

Project Manager DokterSafe, dr Muhammad Shoifi menegaskan aplikasi ini menjadi yang pertama di Indonesia pada aspek safety and protection bagi dokter dan nakes.

DokterSafe memiliki sejumlah fitur pendukung. Pada laman depannya menyediakan informasi Covid-19. Misalnya angka terkonfirmasi positif Covid-19, jumlah pasien meninggal dan sembuh secara update.

Selain itu juga ada Self Assesment, yakni pengguna memasukkan data kondisinya saat itu. Akan ada sejumlah pertanyaan misalnya suhu badan, kondisi tubuh apakah memiliki demam, serta merasakan sesak napas atau tidak.

Setelah mengisi Self Assesment itu akan ada kesimpulan tingkat terpapar Covid-19 serta langkah yang harus dilakukan.

Selain itu juga ada fitur berisi link-link penting seperti dari WHO, Satgas Penanganan Covid-19, Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Adapula video berisi tata cara penggunaan dan pelepasan Alat Perlindungan Diri.

Para dokter dan petugas kesehatan memiliki risiko saat menggunakan (donning) dan melepas (doffing) alat pelindung diri (APD). Sebetulnya pemakaian ini membutuhkan seperti supervisor.

Menjawab persoalan itu, para dokter dan nakes cukup mengakses DokterSafe dari ponselnya untuk melihat cara memasang APD dan bagaimana melepasnya. Sehingga tidak diperlukan supervisor.

Selain itu juga ada fitur berisi buku pedoman dari IDI dan perhimpunan untuk penanganan pasien saat pandemi. 

Di aplikasi bertagline 'Safety In One Touch' ini juga ada hotline. Ini adalah hotline pertolongan keselamatan bagi dokter dan tenaga kesehatan yang menggunakan aplikasi ini. Di aplikasi ini memuat hotline Kemenkes, Satgas BNPB, Tim Mitigasi PB IDI, dan IDI wilayah.

Dengan begitu, aplikasi ini bisa mendatangkan manfaat untuk memudahkan dokter dan tenaga kesehatan dalam aspek safety and protection.

"Misal ada dokter dari Jawa Timur melakukan perjalanan ke Bandung Jawa Barat kemudian dia di sana terdampak Covid-19. Di hotline ini dia bisa kontak hotline dari IDI wilayah Jawa Barat yang akan memberikan bantuan, pertolongan, rujukan," ujar Shoifi.

Terakhir, aplikasi DokterSafe ini juga memiliki GPS yang akan membuat positioning dari penggunanya itu kepada rumah sakit rujukan Covid-19 yang paling dekat. Navigasi ini bisa dipakai di seluruh Indonesia.

Aplikasi ini sudah bisa diunduh di Play Store. Dalam waktu dekat akan tersedia untuk App Store.

(dal/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK