Jejak Sepatu Neil Armstrong di Bulan Dilindungi UU AS

CNN Indonesia | Senin, 25/01/2021 13:50 WIB
AS menetapkan undang-undang One Step Small Step to Protect Human Heritage in Space Act untuk mewarisi jejak manusia di ruang angkasa. Ilustrasi Neil Armstrong. WikiImages/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jejak kaki Neil Armstrong, pria asal Amerika Serikat (AS) yang diklaim pertama kali menginjakkan kakinya di Bulan pada Juli 1969, dilindungi oleh undang-undang AS yang baru.

Melansir Space, Senin (25/1), Profesor Hukum Udara dan Luar Angkasa, Universitas Mississippi Michelle L.D. Hanlon mengatakan, merupakan hal yang sulit bagi manusia untuk peduli pada jejak sepatu bot Armstrong di Bulan, karena sering mendengar konspirasi politik dari perjalanan itu.

Pada tanggal 31 Desember lalu AS menetapkan undang-undang yang bernama One Step Small Step to Protect Human Heritage in Space Act, untuk mewarisi jejak manusia di ruang angkasa.


Sejak aturan itu dibuat, memaksa Badan Penerbangan dan Antariksa asal AS (NASA) untuk mengikuti aturan yang dikeluarkan terkait pedoman untuk melindungi lokasi pendaratan di Bulan.

Itu merupakan hukum pertama yang diberlakukan oleh negara manapun yang mengakui keberadaan warisan manusia di luar angkasa. Hal tersebut dinilai penting untuk melindungi sejarah, seperti yang kerap dilakukan pada situs sejarah di Bumi.

Undang-undang ini juga bertujuan untuk mengakui bahwa manusia berkembang hingga ke luar angkasa.

"Saya adalah seorang pengacara yang berfokus pada masalah ruang angkasa berusaha memastikan eksplorasi dan penggunaan ruang yang damai dan berkelanjutan," ucapnya seperti dikutip The Conversation.

Bulan Diprediksi Akan Cepat Ramai

Meskipun kini hal yang tabu saat berfikir untuk manusia tinggal di Bulan, banyak negara yang berlomba mencapai bulan untuk meneliti kehidupan.

Proyek Artemis AS merupakan misi ambisius yang mengirim wanita pertama ke Bulan pada tahun 2024. Di samping itu, Rusia telah menghidupkan kembali program Luna-nya untuk kembali fokus dalam eksistensi ke Bulan pada 2030.

Namun dalam kompetisi yang diperuntukkan negara adidaya, sekarang ada banyak negara dan pihak swasta menyumbang saham untuk misi itu. India juga dilaporkan menjadi negara Asia selanjutnya yang melakukan penjelajahan ke Bulan, di tahun ini.

Pada Desember 2020, China menyelesaikan misi pertamanya ke bulan yang berhasil dilakukan sejak pengembangannya di tahun 1976. Media China melaporkan rencana untuk mengirimkan pesawat ruang angkasa beserta awak ke Bulan dalam dekade ini.

NASA kini sedang mempersiapkan penawaran misi pribadi ke Bulan, termasuk untuk pariwisata. Dalam mengembangkan misi ini, NASA menggaet perusahaan swasta seperti Astrobotic, Masten Space Systems, dan Intuitive Machines untuk mendukung misinya.

Ruang angkasa bukanlah tanpa hukum. Sejak 1967, lebih dari 100 negara melakukan perjanjian luar angkasa yang menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya ialah mendukung ruang angkasa sebagai wilayah yang dimiliki seluruh umat manusia.

Perjanjian tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa semua warga negara memiliki kebebasan untuk berjelajah dan dapat diakses gratis ke seluruh wilayah Bulan.

Dalam aturan tersebut juga tertulis, penelitian dan penambangan juga boleh dilakukan dengan asas memperhatikan kepentingan yang sesuai kebutuhan untuk semua orang, serta tidak menimbulkan bahaya.

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK