Mengenal Fase Cahaya Matahari: Golden Hour, Blue Hour, Senja

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 06:22 WIB
Terdapat beberapa fase cahaya yang dipengaruhi oleh ketinggian Matahari, mulai dari golden hour, blue hour, hingga senja. Ilustrasi senja. (Unsplash/Gabriel Santiago)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cahaya adalah elemen penting dalam fotografi. Memahami bagaimana perilaku dan faktor yang mempengaruhinya adalah kewajiban. Terdapat beberapa fase cahaya yang dipengaruhi oleh ketinggian Matahari, mulai dari golden hour, blue hour, hingga senja.

Melansir Photo Pills, fase senja, golden hour, dan blue hour terjadi di pagi dan sore hari. Namun, tidak berarti bahwa kondisi cahaya yang sama terulang dengan tepat.

Setiap fase cahaya tidak hanya bergantung pada ketinggian matahari, tetapi juga pada kondisi cuaca, polusi, suspensi partikel debu, dan lain-lain.


Senja

Senja adalah interval waktu yang terjadi antara siang dan malam, sebelum matahari terbit dan setelah matahari terbenam. Matahari berada di bawah cakrawala, tetapi cahayanya terlihat karena menerangi lapisan atas atmosfer.

Dalam istilah yang lebih matematis, manusia berada dalam fase senja ketika pusat matahari berada di antara -18 derajat (18 derajat di bawah cakrawala) dan ketinggian 0 derajat.

Terdapat tiga jenis senja, yakni senja sipil, senja laut, dan senja astronomi.

Selama senja sipil, masih ada cukup cahaya alami untuk melihat dan membedakan objek dengan sempurna. Langit sangat cerah dan warna awan bisa merah, oranye, dan kuning sampai magenta dan biru. Tentunya selalu tergantung pada kondisi cuaca dan suspensi partikel debu.

- Pada awal senja sipil, tepat setelah matahari terbenam, warna langit berubah paling cepat. Awan di barat diterangi sinar matahari merah jingga, sedangkan di timur tetap berwarna biru dan nila. Secara umum, senja sipil berlangsung sekitar 20 hingga 30 menit, tergantung pada musim dan garis lintang.

Di malam hari, di penghujung senja sipil, cakrawala terlihat dengan jelas dan beberapa bintang atau planet mulai terlihat. Kebalikannya terjadi di pagi hari, di awal senja sipil, bintang serta planet memudar.

Senja sipil pagi hari dimulai saat pusat matahari berada pada ketinggian -6 derajat dan berakhir saat matahari terbit. Sementara itu, senja sipil malam hari dimulai tepat setelah matahari terbenam dan berakhir saat pusat matahari berada pada ketinggian -6 derajat.

- Selama senja laut, langit mulai menjadi sangat gelap, memiliki rona biru tua, garis cakrawala masih dapat dibedakan dan lebih banyak bintang terlihat. Senja laut juga dipengaruhi oleh lampu perkotaan.

Senja laut pagi dimulai saat pusat matahari berada pada ketinggian -12 derajat dan berakhir saat senja sipil dimulai, saat matahari berada pada ketinggian -6 derajat. Demikian pula, senja laut malam hari dimulai tepat setelah senja sipil, matahari berada di -6 derajat dan berakhir saat matahari berada di -12 derajat.

- Selama senja astronomi langit menjadi lebih gelap. Sejumlah besar konstelasi terlihat, meskipun elemen seperti nebula dan galaksi sulit untuk diamati.

Selama hari-hari bulan baru, akhir dari senja astronomi sangatlah penting. Jika beruntung tinggal di dekat area tanpa polusi cahaya, orang akan berada dalam kegelapan total. Ini adalah waktu yang ideal untuk mulai memotret dan mengamati semua jenis objek astronomi, seperti planet, galaksi, nebula, dan lain-lain.

Di pagi hari, senja astronomi dimulai saat pusat matahari berada pada ketinggian -18 derajat dan berakhir pada -12 derajat. Sore hari dimulai pada saat matahari berada pada suhu -12 derajat dan berakhir pada suhu -18 derajat.

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK