Ahli Buka Suara soal Keamanan Vaksin Sinovac untuk Lansia

CNN Indonesia | Senin, 08/02/2021 18:45 WIB
Ahli meminta pemerintah perlu hati-hati dan terbuka sebelum menyuntikkan vaksin Covid-19 pada lansia di Indonesia. Lansia divaksin Covid-19. (AP/Emilio Morenatti)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo menyatakan warga Indonesia yang masuk kategori orang tua atau lanjut usai (lansia) bisa menerima vaksin Sinovac. Dia menilai lansia merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan terhadap Covid-19.

"Tentu saja lansia juga prioritas, terutama tenaga kesehatan lansia," ujar Ahmad kepada CNNIndonesia.com, Senin (8/2).

Ahmad menuturkan alasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru memberi izin lansia menerima vaksin Sinovac. Dia menyebut saat itu vaksin Sinovac belum jelas efek keamanannya pada lansia.


"Tapi kini sudah ada publikasinya di jurnal Lancet maka segera BPOM memberikan ijin pada lansia," ujarnya.

Sinovac diketahui melakukan uji klinis terhadap vaksin Covid-19 buatannya untuk lansia di China dan Brasil. Dalam uji itu vaksin Sinovac yang bernama CoronaVac aman dan dapat ditoleransi dengan baik pada orang dewasa yang lebih tua.

CoronaVac diklaim menimbulkan respons humoral pada orang dewasa berusia 60 tahun ke atas sehingga mendukung penggunaan vaksin ini pada populasi yang lebih tua.

Lebih lanjut, Ahmad menyampaikan angka kematian akibat Covid-19 cukup tinggi. Dia mengatakan 30 persen lansia dengan gejala berat Covid-19 meninggal dunia.

"Padahal populasinya (lansia) hanya 10 persen," ujar Ahmad.

Di sisi lain, Ahmad menegaskan lokasi uji klinis CoronaVac pada lansia tidak membuat vaksin itu tidak bisa digunakan pada lansia di Indonesia. Dia mengingatkan lansia di Indonesia sama dengan lansia di negara lain.

"Lansia di manapun sama. Jangankan lansia, manusia di Indonesia juga masih homo sapiens. Indonesia bukan entitas biologis yang berbeda dari negara lain di dunia. Indonesia adalah entitas politik kan," ujarnya.

Meski demikian, Ahmad perlu memberi perhatian khusus ketika memberikan vaksin kepada lansia. Dia berkata pemerintah perlu menegaskan bahwa semua kasus KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) pasti akan diselidiki dan hasilnya disampaikan secara terbuka.

Pemerintah, tambah Ahmad perlu meyakinkan rakyat bahwa semua program vaksinasi akan dipantau dan dilaporkan secara transparan. Misalnya, ketika ada kasus meninggal pasti akan diselidiki apa penyebabnya, apakah karena vaksin atau karena serangan jantung misalnya.

"Ini adalah komitmen pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 84 Tahun 2020," ujar Ahmad.

Sebelumnya, BPOM memberi izin vaksinasi kepada lansia dengan menggunakan vaksin Sinovac. Izin tersebut mengacu pada hasil uji klinis fase I, II dan III yang dilakukan di China dan Brazil.

Pada uji klinis fase I dan II yang dilakukan terhadap 400 orang lansia di China, vaksin Sinovac diklaim efektif memunculkan antibodi terhadap Covid-19 dengan persentase 97,96 persen setelah pemberian dua dosis vaksin dalam kurun 28 hari.

Sementara uji klinis fase III dilakukan di Brazil terhadap 600 orang lansia. Didapati bahwa vaksin aman dan tidak mengakibatkan efek samping serius hingga kematian.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK