BMKG Patahkan Konspirasi Tsunami Aceh Dipicu Ledakan Nuklir

CNN Indonesia | Senin, 22/03/2021 20:03 WIB
BMKG menjelaskan bukti ilmiah dari Tsunami di Aceh pada 2004 lalu, bukan dipicu ledakan nuklir melainkan gempa tektonik. Ilustrasi tsunami Aceh. (iStock/shannonstent)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono menjelaskan bukti ilmiah dari Tsunami di Aceh pada 2004 lalu, bukan dipicu ledakan nuklir melainkan gempa tektonik.

"Beberapa bukti ilmiah sangat kuat bahwa Tsunami Aceh memang dipicu oleh gempa tektonik, bukan dipicu oleh ledakan nuklir seperti isu yang beredar," ujar Daryono melalui keterangan tertulis, Senin (22/3).

Ia menjelaskan berdasarkan data rekaman getaran tanah dalam seismograf menunjukkan adanya rekaman gelombang badan (body) berupa gelombang P (Pressure) yang tercatat tiba lebih awal dibandingkan gelombang S (Shear) yang datang berikutnya, yang selanjutnya diikuti oleh gelombang permukaan (surface).


Menurut Daryono kemunculan fase tersebut menjadi bukti kuat bahwa gempa dan tsunami Aceh dipicu oleh aktivitas tektonik, bukan ledakan nuklir.

Munculnya gelombang S yang kuat pada seismogram menunjukan bahwa deformasi yang terjadi di Samudra Hindia sebelah barat Aceh adalah proses pergeseran atau shearing yang terjadi secara tiba-tiba pada kerak bumi. Akibatnya, kata dia terjadi patahan batuan dalam proses gempa tektonik.

Lebih lanjut ia menjelaskan deformasi dasar laut di Samudera Hindia sebelah barat Aceh pada 26 Desember 2004 merupakan gempa tektonik yang dibuktikan dengan adanya variasi bentuk awal gelombang P berupa gerakan kompresi (naik) dan dilatasi (turun) pada seismogram yang tercatat di beberapa stasiun seismik BMKG.

Jika sumbernya ledakan nuklir, menurut dia maka semua catatan seismogram di berbagai stasiun seismik diawali dengan gerakan naik (kompresi) pada gelombang P tersebut.

Gempa tektonik yang terjadi di Aceh pada 2004 tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses gempa pembuka yang muncul sejak tahun 2002 dengan magnitudo 7,0 pada 2 November 2002.

"Sejak itu terjadilah serangkaian gempa kecil yang terus menerus terjadi yang merupakan gempa pendahuluan hingga puncaknya terjadi gempa berkekuatan 9,2 pada 26 Desember 2004 pukul 08.58.53 WIB," kata Daryono.

Menurut Daryono gempa pendahulu yang terjadi dua tahun sebelumnya merupakan bukti kuat bahwa gempa Aceh 2004 tidak dipicu ledakan nuklir, tetapi gempa tektonik dengan tipe gempa pendahuluan (foreshocks) - gempa utama (mainshock) - gempa susulan (aftershocks).

Jalur Gempa Aceh 2004

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK