Teknologi Buatan Indonesia Siap Jangkau Asia Tenggara

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 24/03/2021 16:41 WIB
Sebagai bentuk dedikasi, Grab Indonesia memiliki Grab Tech Center yang meningkatkan kapabilitas teknologi untuk membangun solusi sesuai kebutuhan masyarakat. Sebagai bentuk dedikasi, Grab Indonesia memiliki Grab Tech Center yang meningkatkan kapabilitas teknologi untuk membangun solusi sesuai kebutuhan masyarakat. (Foto: dok. Grab Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mendorong perubahan paradigma ekonomi yang berbasis sumber daya alam (SDA) menjadi inovasi agar dapat mewujudkan Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi.

Riset dan inovasi diyakini Bambang sebagai kunci penggunaan SDA yang selama ini hanya dimanfaatkan secara ekstratif. Untuk mencapai visi tersebut, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yakni memperkuat kualitas riset dan inovasi, serta penerapan hasil riset di lapangan.

"Jangan sampai terhenti di lab atau publikasi, tapi harus dilanjutkan ke arah industri," kata Bambang dalam acara focus group discussion (FGD) bertema Urgensi Terbentuknya Organisasi dan Kelembagaan Kemenristek/BRIN pada Februari lalu.

Selama ini, banyak solusi teknologi business-to-business dirancang untuk perusahaan besar, namun sedikit yang memperhitungkan kebutuhan UMKM. Untuk itu, pada November 2020 perusahaan teknologi Grab meluncurkan Grab Tech Center yang didedikasikan untuk mendukung pergerakan para pelaku UMKM.


President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, Grab Tech Center merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dan berkelanjutan di Indonesia yang bertujuan meningkatkan kapabilitas teknologi untuk membangun solusi sesuai kebutuhan masyarakat.

GrabIlustrasi gedung Grab Indonesia. (Foto: dok. Grab Indonesia)

Pusat teknologi Grab Tech Center mengambil fokus pada berbagai pengembangan solusi yang asli buatan Indonesia untuk para pelaku UMKM, mitra merchant, dan agen GrabKios. Mereka bertekad menciptakan fitur-fitur yang disesuaikan kebutuhan pelaku UMKM, hingga ke depannya beragam solusi itu dapat dimanfaatkan oleh UMKM di negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Salah satu solusi UMKM tersebut adalah fitur aplikasi GrabMerchant, yaitu Pendaftaran Mandiri di mana pengusaha makanan dapat mendaftarkan diri dan langsung mulai menjalankan bisnisnya di Grab dalam waktu 24 jam saja. Fitur ini diklaim mempercepat upaya digitalisasi pelaku UMKM di masa pandemi.

Perempuan Muda di Balik Aplikasi GrabMerchant

Adalah Karinna Lai, seorang perempuan berusia 24 tahun yang memimpin pengembangan fitur Pendaftaran Mandiri selaku Senior Product Manager Grab Indonesia. Menurutnya, banyak dari antara UMKM itu yang baru melakukan transformasi online untuk pertama kalinya dan masih mengalami gagap teknologi.

GrabKarinna Lai, Senior Product Manager Grab Indonesia yang menciptakan fitur pendaftaran mandiri di aplikasi GrabMerchant. (Foto: dok. Grab Indonesia)

Fitur Pendaftaran Mandiri tercatat membantu ratusan ribu UMKM di bidang kuliner dan toko kelontong untuk bergabung dengan GrabMerchant sejak bulan Juli lalu. Dengan jangkauan di lebih dari 500 kota, Grab telah berhasil memberdayakan lebih dari 6 juta pengusaha mikro dan UMKM.

"Kami juga ingin berkontribusi dalam mengembangkan potensi teknologi Indonesia, dan berharap dapat memboyong teknologi 'Buatan Indonesia' ke seluruh Asia Tenggara," kata Ridzki dalam peluncuran Grab Tech Center.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK