Instagram Dituding Sengaja Hapus Postingan Terkait Al-Aqsa

CNN Indonesia | Jumat, 14/05/2021 14:00 WIB
Instagram menyatakan postingan dengan tagar #AlAqsa dihapus karena ada kesalahan moderasi dalam menginterpretasikan kebijakan Daftar Organisasi Berbahaya. Masjid Al-Aqsa menjadi pusat bentrokan antara Israel dan Palestina pada Jumat lalu. (REUTERS/AMMAR AWAD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Unggahan pengguna Instagram yang bertagar #AlAqsa sempat diblok atau dihapus pada Kamis (13/5). Instagram kemudian mengklaim ini terjadi karena moderator tak bisa membedakan nama Masjid Al-Aqsa dari kelompok yang dicap teroris. 

Instagram sendiri mengedarkan pesan internal bahwa terdapat kesalahan dalam kebijakan moderasi pada tim yang mengatur Daftar Organisasi dan Individu berbahaya. 

Dikutip dari The Verge yang mendapatkan salinan pesan dari Facebook sebagai pemilik Instagram, media sosial itu menyatakan bahwa unggahan tentang Masjid Al-Aqsa seharusnya tidak melanggar kebijakan.


BuzzFeed News melaporkan bahwa ada kelompok bersenjata yang dikenal sebagai Brigade Martir Al-Aqsa yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Dalam beberapa hari terakhir, beberapa pengguna Instagram menggunakan tagar #AlAqsa untuk memberikan dukungan kepada warga Palestina. Masjid Al-Aqsa sendiri menjadi tempat bentrokan antara Hamas dan militer Israel, setelah Israel memaksa masuk masjid suci umat Islam itu pada Jumat lalu.

Setelah eskalasi bentrokan meningkat dalam beberapa hari terakhir, lebih dari 100 orang tewas karena serangan Israel di Gaza, dengan belasan di antaranya anak-anak

Dikutip The Guardian, ketika pengguna Instagram mengunggah rekaman yang menyoroti kekerasan di Al-Aqsa, mereka menyadari bahwa postingan mereka dibatasi dari tampilan atau telah dihapus seluruhnya.

Pegawai Instagram yang juga menyadari hal itu kemudian melapor secara internal. 

Facebook menyatakan Masjid Al-Aqsa tidak pernah ditetapkan sebagai tempat berbahaya.

"Untuk lebih jelasnya - kami tidak pernah menetapkan Masjid Al-Aqsa di bawah kebijakan Dangerous Organizations, melainkan merujuk sebuah organisasi dengan nama 'Al-Aqsa," bunyi postingan internal Facebook.

Facebook dilaporkan telah memperbarui panduannya untuk para moderator, bahwa mereka telah mencabut kata Al-Aqsa dari daftar moderasi Instagram. Kata itu telah diganti dengan istilah yang lebih detail dari organisasi yang terkena sanksi.

Kontroversi terkait bentrok Israel-Palestina ini bukan yang pertama terjadi di Instagram. 

Beberapa pengguna Instagram di Palestina juga menyatakan bahwa unggahan Story mereka terkait bentrok di Gaza dihapus. Facebook kemudian menyatakan bahwa hal itu karena kesalahan pada jaringan yang menyebabkan pengguna Instagram di seluruh dunia kesulitan menggunggah Story.

(can/vws)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK