LIPUTAN KHUSUS

Kelebat Sesar Lembang di Tutur Kisah Sangkuriang

eks, CNN Indonesia | Selasa, 13/07/2021 17:30 WIB
Legenda Sangkuriang kerap diasosiasikan dengan Gunung Tangkuban Parahu, namun para ahli geologi punya interpretasi berbeda yang menarik. Legenda Sangkuriang kerap diasosiasikan dengan Gunung Tangkuban Parahu, namun para ahli geologi punya interpretasi berbeda. (iStockphoto/Henry Ari Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kisah rakyat Sangkuriang sering kali dikaitkan dengan Gunung Tangkuban Parahu. Namun, ada pula teori yang mengaitkan kisah ini dengan Sesar Lembang.

Legenda atau kisah rakyat memang acapkali jadi salah satu bentuk penyampaian peristiwa alam yang terjadi di masa lalu, sebelum ilmu kebumian lahir. Dinarasikan menjadi cerita, agar lebih mudah dicerna dan diturunkan dari generasi ke generasi. 

"Deskripsi bagaimana Danau Bandung Purba dibendung dan bagaimana Gunung Tangkuban Parahu terbentuk, terangkum dalam legenda Sangkuriang. Itulah jawaban akan peristiwa alam saat itu," tulis T Bachtiar, Anggota Masyarakat Geografi Nasional Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung, dalam bukunya Gunung Sunda dan Danau Bandung Purba.


Legenda Sangkuriang sendiri sudah sangat tua umurnya dan populer di masyarakat sejak abad 15 dan 16. Kisah Sangkuriang ini diabadikan oleh Bujangga Manik, seorang tohaan atau satria pengelana yang juga bangsawan Kerajaan Sunda (Pakuan Pajajaran).

Legenda ini termaktub dalam catatan perjalanan suci di pinggiran Cekungan Bandung pada 1500-an. Catatan geografisnya itu tersimpan di Perpustakaan Bodleian, Oxford, sejak 1627. Dalam catatan itu Bujangga Manik menulis:

"Aku berjalan ke arah barat, sampai ke Bukit Patenggeng,
Situs purbakala Sang Kuriang tatkala akan membendung Ci Tarum,
Gagal karena kesiangan..."

Peneliti LIPI Mudrik Daryono menjelaskan dalam kisah Sang Kuriang ini, terdapat satu plot yang menyebut Sangkuriang menebang pohon raksasa untuk dibuat perahu. Dayang Sumbi meminta syarat dibuatkan danau dan perahu sehari semalam sebagai syarat pernikahan mereka.

Pohon raksasa ini ditebang Sangkuriang untuk membuat perahu. Saat ditebang, pohon raksasa roboh ke arah barat. Dari kisah ini, lantas Mudrik menginterpretasikan pohon roboh akibat ditebang ini sebagai tanda pernah ada gempa hebat di sekitar kawasan cekungan Bandung.

"Jadi saya menyimpulkan cerita Sangkuriang menceritakan gempa bumi lampau oleh mitos," jelasnya.

Menurut Mudrik pembuat kisah Sangkuriang sebenarnya adalah seorang pengamat yang sangat baik. Ia menceritakan dengan detail kejadian yang terjadi di sekitar cekungan Bandung yang diabadikan dalam kisah rakyat agar selalu diingat turun temurun.

"Jadi dengan cerita Sangkuriang ini, dia sebenernya observer yang bagus. Dia mencoba mengangkat fenomena alam yg ada di Sesar Lembang itu. Ia melihat ada retakan, kemudian dilihat ranting bercabang, rinci sekali menceritakannya. Kemudian diangkat jadi cerita Sangkuriang," tuturnya lagi.

Persamaan Kisah Sangkurian dengan Sesar Lembang

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK