Tiga Galaksi Tabrakan, Potensi Bikin Dua Lubang Hitam Aktif

CNN Indonesia | Kamis, 17/06/2021 10:10 WIB
Peneliti temukan tiga galaksi yang bertabrakan di semesta dan potensi menimbulkan dua lubang hitam supermasif yang aktif. Ilustrasi. Peneliti temukan tiga galaksi yang bertabrakan di semesta dan potensi menimbulkan dua lubang hitam supermasif yang aktif. (dok. ESA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim peneliti dari Universitas Maryland telah mengidentifikasi tiga galaksi yang bertabrakan satu sama lain yang berpotensi menimbulkan dua lubang hitam supermasif aktif.

Tabrakan galaksi kali ini berbeda dari tabrakan tiga galaksi hasil penelitian sebelumnya. Untuk menemukan sistem unik itu, para peneliti melihat data dari berbagai sumber, termasuk data Very Large Array, European Southern Observatory, WM Keck Observatory, Chandra X-ray Observatory, dan Atacama Large Millimeter/ Submillimeter Array.

Melansir Phys, para peneliti menemukan tabrakan galaksi ini ketika mengamati sistem di sepetak langit yang sangat terang sekitar 800 juta tahun cahaya jauhnya setelah memeriksa seluruh data itu. 


Keberadaan dua lubang hitam yang ditemukan itu memungkinkan para astronom untuk melihat ke dalam dinamika sistem dari dua objek paling ekstrem di alam semesta yang sedang berjalan itu.

Ketiga galaksi berbeda satu sama lain dalam berbagai cara. Satu galaksi dikenal sebagai tipe Seyfert. Tipe ini berupa cakram berputar besar dengan lubang hitam supermasif di pusatnya.

Galaksi kedua dikenal sebagai 'low-ionization nuclear emission-line region' atau galaksi LINER , yang beberapa ilmuwan berspekulasi juga mengandung lubang hitam supermasif di pusatnya, tetapi ini belum terbukti secara ilmiah.

Sementara galaksi ketiga adalah galaksi kecil tanpa lubang hitam supermasif aktif. Galaksi itu meninggalkan jejak debu di belakangnya dan tampaknya berjalan tegak lurus ke Bumi. 

Melansir Universe Today, Kepala tim peneliti Jonathan Williams mengaku pihaknya belum dapat memahami secara detil mengenai fenomena itu. Dia mengatakan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa sebenarnya galaksi dan fisika di sekitar proses penggabungan itu sendiri akan membutuhkan lebih banyak data.

Oleh karena itu, Williams berencana untuk mengumpulkan data tambahan menggunakan Hubble untuk menjelaskan lebih banyak tentang wilayah langit yang sudah sangat terang dan sangat menarik itu.

(jps/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK