Asal Muasal Berlian yang Diserbu Warga Afrika Selatan

CNN Indonesia | Kamis, 17/06/2021 16:45 WIB
Ahli geologi menjelaskan bahwa berlian di semua tambang berlian terbentuk di mantel Bumi. Mantel bumi tersusun dari besi, magnesium, dan silika. Warga Foto: REUTERS/SIPHIWE SIBEKO
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah warga Afrika Selatan terus mencari batu seperti kristal di sebuah lahan di desa KwalHlathi di Provinsi KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, Senin (15/6). Fenomena ini cukup menyita perhatian publik dunia, sebab dikabarkan lokasi itu penuh dengan berlian.

Sebagian orang percaya berlian terbentuk dari metamorfosis batu bara. Spekulasi itu terus menjadi tanda tanya bagaimana berlian terbentuk, di beberapa forum sains.

Ahli geologi menjelaskan bahwa berlian di semua tambang berlian terbentuk di mantel Bumi (di kedalaman 40 hingga 3.000 kilometer di bawah permukaan bumi) dan dikirim ke permukaan oleh letusan gunung berapi. Mantel bumi tersusun dari besi, magnesium, dan silika.


Erupsi ini menghasilkan pipa kimberlite dan lamproite yang banyak dicari para pencari berlian.

Berlian terbentuk lebih dari 3 miliar tahun yang lalu jauh di dalam kerak bumi, di bawah kondisi tekanan panas yang menyebabkan atom karbon mengkristal membentuk berlian.

Berlian ditemukan pada kedalaman kira-kira. 150-200 km di bawah permukaan bumi.

A man uses a pickaxe to dig as fortune seekers flock to the village after pictures and videos were shared on social media showing people celebrating after finding what they believe to be diamonds, in the village of KwaHlathi outside Ladysmith, in KwaZulu-Natal province, South Africa, June 14, 2021. REUTERS/Siphiwe SibekoWarga berbondong-bondong menggali tanah untuk mencari berlian. (Foto: REUTERS/SIPHIWE SIBEKO)

Pada kedalaman itu memiliki suhu rata-rata 900 hingga 1.300 derajat Celcius dan memiliki tekanan 45 hingga 60 kilobar atau sekitar 50.000 kali tekanan atmosfer di permukaan bumi.

Dalam kondisi itu, lamproite cair dan kimberlite yang umumnya dikenal sebagai magma, terbentuk di dalam mantel atas bumi dan mengembang dengan cepat.

Ekspansi itu menyebabkan magma meletus, memaksanya ke permukaan bumi dan membawa serta batuan yang mengandung mineral berwarna putih. Batuan dalam bumi terus bergerak, dan magma mendorongnya ke permukaan.

Ketika mendingin, magma mengeras membentuk Kimberlite dan mengendap dalam struktur vertikal yang dikenal sebagai pipa kimberlite.

Pipa kimberlite itulah yang menjadi sumber berlian yang paling signifikan, namun diperkirakan hanya 1 dari setiap 200 pipa kimberlite yang mengandung berlian berkualitas permata.

Dikutip Capetown Diamond Museum, nama 'Kimberlite' berasal dari kota Kimberley di Afrika Selatan di mana berlian pertama ditemukan di jenis batu ini.

Dalam studi lain, temuan berlian dari Brasil disebut mengandung inklusi mineral kecil dengan kandungan mineralogi kerak samudera.

Berlian lainnya memiliki inklusi yang menunjukkan bahwa air laut subduksi terlibat dalam pembentukannya. Sebuah studi terbaru menyelidiki asal usul berlian biru yang mengandung boron yang terbentuk di kedalaman 650 kilometer.

Berlian super dalam itu juga mengandung inklusi yang menunjukkan bahwa mereka berasal dari kerak samudera yang tersubduksi.

A man shows an unidentified stone as fortune seekers flock to the village after pictures and videos were shared on social media showing people celebrating after finding what they believe to be diamonds, in the village of KwaHlathi outside Ladysmith, in KwaZulu-Natal province, South Africa, June 14, 2021. REUTERS/Siphiwe Sibeko     TPX IMAGES OF THE DAYSeorang warga Afrika Selatan memegang mineral putih yang disebut berlian. (REUTERS/Siphiwe Sibeko TPX IMAGES OF THE DAY)

Peran asteroid dalam pembentukan berlian

Sepanjang sejarahnya, Bumi telah berulang kali ditabrak oleh asteroid besar. Ketika asteroid menabrak bumi, menghasilkan suhu dan tekanan ekstrem seperti dikutip dari Geology.

Misalnya ketika asteroid selebar 10 kilometer menghantam bumi, ia dapat melaju 15 hingga 20 kilometer per detik.

Saat terjadi tumbukan, objek dengan kecepatan tinggi akan menghasilkan ledakan energi yang setara dengan banyak senjata nuklir dan suhu yang lebih panas dari permukaan matahari.

Kondisi suhu dan tekanan tinggi akibat benturan itu lebih dari cukup untuk membentuk berlian. Teori pembentukan berlian ini telah didukung oleh penemuan berlian kecil di sekitar beberapa asteroid.

Terdapat temuan berlian berukuran sub-milimeter di Meteor Crater di Arizona. Berlian berukuran 13 milimeter juga telah ditemukan di Kawah Popigai di Siberia utara, Rusia yang merupakan sebuah kawah bekas tabrakan asteroid 35 juta tahun lalu di Siberia.

(can/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK