Kemendikbud Beberkan Dana Laptop Chromebook buat Pelajar

CNN Indonesia | Selasa, 03/08/2021 16:41 WIB
Kemendikbud beberkan sumber anggaran untuk dana yang digelontorkan guna pengadaan laptop merah putih untuk pelajar senilai Rp3,7 triliun. Ilustrasi. Kemendikbud beberkan sumber anggaran untuk dana yang digelontorkan guna pengadaan laptop merah putih untuk pelajar senilai Rp3,7 triliun. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto membeberkan anggaran laptop merah putih yang akan dibagikan ke pelajar, Selasa (3/8).

Ia mengatakan total anggaran yang digelontorkan untuk pengadaan laptop merah putih itu senilai Rp3,7 triliun. Anggaran itu disebutnya berasal dari dua sumber, yakni pemerintah pusat dan daerah.

"Anggaran ini sekitar Rp3,7 triliun tahun 2021, sumbernya dari dua. Pertama sumber anggaran Kemendikbud pusat Rp1,3 triliun, nah Rp2,4 triliun anggaran dari daerah," ujar Wikan secara virtual, Selasa (3/8).

Lebih lanjut ia membeberkan rincian anggaran Rp3,7 triliun itu digunakan untuk belanja berbagai kebutuhan penunjang digitalisasi pelajar.

Wikan menjelaskan Rp1,3 triliun itu digunakan untuk membeli 189.840 unit laptop, 12.674 untuk; akses poin, konektor dan proyektor, serta 45 unit speaker.

"Itu melalui Ditjen Pauddasmen [Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah]," ujarnya.

Sedangkan sisanya, yakni Rp2,4 triliun, kata Wikan, diwujudkan menjadi 284.147 unit produksi laptop dalam negeri dengan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta peralatan pendukung yakni 17. 550 wirless router, 10.799 proyektor, layarnya dan konektor, 8.205 printer, dan 6.527 scanner.


Lebih lanjut ia menuturkan, laptop menjadi produk utama dalam mengembangkan digitalisasi untuk pelajar, baik dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Ia juga menjelaskan bahwa harga tiap perangkat mengikuti mekanisme pengadaan barang dan jasa yang dapat diakses oleh e-katalog di situs Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

"Kalau harga itu mengikuti mekanisme pengadaan barang dan jasa melalui e katalog. Jadi kalau harga mengikuti mekanisme ekatalog," pungkas Wikan.

Sebelumnya, Kemendikbudristek mengklarifikasi anggaran laptop pelajar yang ramai diperbincangkan di media sosial karena mencapai Rp10 juta per unit. Padahal, spesifikasi laptop tersebut berjenis Chromebook dengan kisaran harga kurang dari Rp5 juta.

Karo Perencanaan Kemendikbudristek M Samsuri meluruskan dana yang dianggarkan pemerintah, tidak hanya untuk laptop, namun juga mencakup produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) lainnya.

Rinciannya, 284.147 laptop ditambah dengan 17.510 wireless router, 10.799 proyektor dan layarnya, 10.799 konektor, 8.205 printer, dan 6.527 scanner.

"Dari situ sudah tergambar tidak mungkin Rp10 juta (untuk satu unit laptop), jadi pasti jauh di bawahnya," terangnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/8).

(can/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK