Mengenal Lalat Lentera Tutul yang Menyerang New York
CNN Indonesia
Sabtu, 18 Sep 2021 12:54 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Lalat Lentera Tutul. (iStockphoto/arlutz73)
Habitat
Lalat lentera tutul memakan berbagai tanaman inang selama perkembangannya. Nimfa memakan berbagai spesies tanaman, sementara lalat dewasa lebih suka makan dan bertelur di pohon surga (Ailanthus altissima).
Selain itu inang lainnya termasuk pohon anggur, ape, plum, ceri, persik dan nektarin, aprikot, dan pinus. Ia juga memakan oak, walnut, dan poplar.
Di Pennsylvania, lalat lentera tutul dewasa ditemukan makan dan bertelur di pohon willow (Salix), maple, poplar, sycamore, serta di pohon buah-buahan, seperti prem, ceri, dan persik. Selain itu, mereka telah ditemukan pada anggur, pohon tulip dan pohon gabus.
Ketika berkembang biak, lalat lentera tutul akan meletakkan telur pada tanaman inang yang halus dan permukaan non-tanaman yang berdekatan dengan tanaman inang, seperti batu bata, furnitur halaman, kendaraan dan struktur lainnya.
Telur menetas di musim semi atau awal musim panas, dan nimfa kemudian menyebar dari tempat penetasannya untuk mencari inang.
Lalat dewasa berkembang pada akhir Juli dan memfokuskan makanan mereka pada pohon surga dan selentingan (Vitis vinifera). Baik nimfa maupun dewasa makan dengan menghisap getah dari batang dan daun muda.
Seperti dilansir laman resmi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), nimfa dan lalat lentera tutul dewasa cenderung berkumpul dalam jumlah besar pada tanaman inang, baik di pangkal pohon maupun di tajuk.
Mereka paling mudah ditemukan saat fajar dan senja ketika mereka bermigrasi naik turun pohon.
Lalat dewasa dan nimfa memakan getah yang mereka isap dari daun dan batang tanaman inang. Hal ini menyebabkan getah keluar melalui luka pada batang, yang tampak abu-abu atau hitam dan dapat terjadi di sepanjang batang, cabang atau batang pohon.
Luka pada batang disebabkan oleh puing-puing dan tumpukan embun madu dari lalat lentera tutul.
Cairan ini dapat memicu pertumbuhan jamur dan menyebabkan bercak jamur yang muncul di pangkal pohon yang dapat mengeluarkan bau yang terfermentasi hingga akhirnya menyebabkan kematian tanaman.
Departemen Taman dan Rekreasi New York menyatakan serangga ini merupakan hama dan meminta masyarakat yang menemukan atau melihat lalat tersebut untuk segera membunuhnya.
Lalat lentera tutul yang memiliki nama latin Lycorma delicatula merupakan serangga asli dari Asia yang memiliki ciri berwarna-warni dan sayap yang memiliki corak berbintik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangga ini diakui sebagai ancaman potensial bagi industri anggur, pohon buah-buahan, dan kehutanan di Kanada.
Lalat lentera tutul pertama kali terdeteksi di Amerika Utara tepatnya di Pennsylvania pada September 2014. Karena tidak diketahui keberadaannya di Kanada, lalat lentera tutul ditambahkan ke daftar hama yang diatur pada 2018 dalam upaya untuk mencegah masuknya dari daerah yang terinfestasi.
Seperti dilansir laman Inspection Canada, lalat dewasa memiliki panjang sekitar 25 mm dan lebar 12 mm. Mereka memiliki sayap dengan warna yang unik, sayap depan berwarna coklat muda/abu-abu dengan bintik-bintik hitam di bagian depan, dan pita berbintik-bintik gelap di dekat bagian belakang.
Sedangkan sayap belakang berwarna merah dan memiliki bintik hitam di dekat bagian depan serta pita putih dan hitam di bagian belakang. Perutnya berwarna kuning dengan garis-garis hitam mendatar.
Nimfa stadium awal serangga ini berwarna hitam putih, sedangkan nimfa stadium lanjut berwarna hitam, putih dan merah.
Karena penampilannya yang khas, serangga ini mudah dikenali.
Massa telur yang baru diletakkan berwarna coklat dan ditutupi lapisan lilin abu-abu. Massa telur yang lebih tua kehilangan lapisannya, dan terlihat seperti biji yang tersusun dalam 4 hingga 7 baris vertikal. Massa telur serangga itu panjangnya kira-kira 25 mm.
Lalat ini dapat menyebar dengan jarak yang pendek melalui berjalan atau terbang. Sedangkan untuk jarak jauh, ia dapat berpindah dengan cara menempel pada objek yang akan membawanya ke tempat yang jauh seperti pada pakaian yang dipakai seseorang.
Lalat lentera tutul berasal dari Cina, India, Jepang, Vietnam. Korea Selatan menganggap serangga itu sebagai hama.
Mengenal Lalat Lentera Tutul yang Menyerang New York
Lalat Lentera Tutul. (iStockphoto/arlutz73)
Habitat
Lalat lentera tutul memakan berbagai tanaman inang selama perkembangannya. Nimfa memakan berbagai spesies tanaman, sementara lalat dewasa lebih suka makan dan bertelur di pohon surga (Ailanthus altissima).
Selain itu inang lainnya termasuk pohon anggur, ape, plum, ceri, persik dan nektarin, aprikot, dan pinus. Ia juga memakan oak, walnut, dan poplar.
Di Pennsylvania, lalat lentera tutul dewasa ditemukan makan dan bertelur di pohon willow (Salix), maple, poplar, sycamore, serta di pohon buah-buahan, seperti prem, ceri, dan persik. Selain itu, mereka telah ditemukan pada anggur, pohon tulip dan pohon gabus.
Ketika berkembang biak, lalat lentera tutul akan meletakkan telur pada tanaman inang yang halus dan permukaan non-tanaman yang berdekatan dengan tanaman inang, seperti batu bata, furnitur halaman, kendaraan dan struktur lainnya.
Telur menetas di musim semi atau awal musim panas, dan nimfa kemudian menyebar dari tempat penetasannya untuk mencari inang.
Lalat dewasa berkembang pada akhir Juli dan memfokuskan makanan mereka pada pohon surga dan selentingan (Vitis vinifera). Baik nimfa maupun dewasa makan dengan menghisap getah dari batang dan daun muda.
Seperti dilansir laman resmi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), nimfa dan lalat lentera tutul dewasa cenderung berkumpul dalam jumlah besar pada tanaman inang, baik di pangkal pohon maupun di tajuk.
Mereka paling mudah ditemukan saat fajar dan senja ketika mereka bermigrasi naik turun pohon.
Lalat dewasa dan nimfa memakan getah yang mereka isap dari daun dan batang tanaman inang. Hal ini menyebabkan getah keluar melalui luka pada batang, yang tampak abu-abu atau hitam dan dapat terjadi di sepanjang batang, cabang atau batang pohon.
Luka pada batang disebabkan oleh puing-puing dan tumpukan embun madu dari lalat lentera tutul.
Cairan ini dapat memicu pertumbuhan jamur dan menyebabkan bercak jamur yang muncul di pangkal pohon yang dapat mengeluarkan bau yang terfermentasi hingga akhirnya menyebabkan kematian tanaman.