Kronologi USB-C Lolos Jadi Charger Tunggal di Eropa

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jun 2022 08:57 WIB
Sebelum diatur resmi lewat penetapan USB-C, colokan charger tunggal di Uni Eropa diusulkan sejak 2009 dengan cara sukarela namun tak direspons produsen. Ilustrasi. Apple dipaksa ganti colokan charger akibat kebijakan baru Uni Eropa. (Foto: REUTERS/JOHN GRESS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Uni Eropa (UE) menyetujui kebijakan port pengisian daya tunggal untuk ponsel, tablet, dan kamera dengan menggunakan USB-C. Prosesnya butuh waktu lebih dari satu dekade dengan melibatkan survei luas yang melibatkan warga hingga produsen teknologi.

Kebijakan itu disahkan melalui amendemen Petunjuk Parlemen dan Dewan Eropa nomor 2014/53/EU tentang Harmonisasi Undang-Undang Negara Anggota Terkait penyediaan peralatan radio di pasaran.

Dikutip dari dokumen proposal Petunjuk Parlemen dan Dewan yang dipublikasikan 23 September 2021, keinginan memiliki tipe charger tunggal itu didorong keluhan pengguna iPhone dan Android yang harus beralih ke port berbeda untuk pengisian daya ponsel mereka.


Seperti diketahui, iPhone diisi daya dari kabel tipe Lightning, sedangkan perangkat berbasis Android menggunakan konektor USB-C.

Hasil studi di 2019 menyebut setengah pengisi daya atau 50 persen yang dijual bersama ponsel pada 2008 memiliki konektor USB micro-B. Sementara, 29 persen lainnya dilengkapi konektor USB-C, dan 21 persen sisanya konektor Lightning.

Sepanjang prosesnya, Komisi Uni Eropa juga menyebut sudah berulang kali melakukan diskusi dan konsultasi dengan pemangku kepentingan dan beberapa kali menemui kebuntuan sebelum akhirnya keluar keputusan.

Untuk lebih lengkapnya, berikut kronologi USB-C jadi satu-satunya port pengisian daya di Uni Eropa:

1. Tahun 2009

Sejak 2009, Komisi Uni Eropa berusaha membatasi fragmentasi pasar alias jenis yang beragam untuk pengisian daya ponsel dan perangkat serupa. Hanya saja inisiatif tersebut terbatas pada skema sukarela negara-negara anggota yang tidak mengikat secara hukum. Alhasil, penerapannya tidak konsisten dan tak seragam.

Pada Juni 2009, produsen utama telepon seluler mengikuti permintaan komisi Uni Eropa dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) harmonisasi pengisian daya telepon seluler berkemampuan data yang diuji di UE.

Pada tahun yang sama, terjadi kesepakatan untuk mengembangkan spesifikasi umum USB 2.0 micro-B yang memungkinkan kompatibilitas pengisian daya ponsel di pasaran.

Hasil MoU tersebut berhasil mengurangi fragmentasi pasar dan menarik keselarasan hampir secara global. Implementasinya juga mengurangi jumlah solusi pengisian daya ponsel secara efektif, yakni dari 30 menjadi hanya tiga.

Namun demikian, tidak pernah dibahas dampak masalah terhadap lingkungan yang timbul dari keberadaan interface dan protokol komunikasi pengisian daya yang berbeda hingga dua kali pembaruan kesepakatan tersebut.

2. Tahun 2014

MoU itu kemudian berakhir pada 2014. Komisi Uni Eropa lantas berusaha mendorong ditandatanganinya perjanjian sukarela baru di negara anggotanya.

3. Tahun 2018

Pada Maret 2018, setelah beberapa diskusi di antara produsen dan pertukaran pandangan dengan Komisi UE, industri mengusulkan MoU baru tentang solusi pengisian daya bersama di masa depan untuk smartphone.

Namun, Komisi menganggap MoU baru ini tidak memuaskan karena tidak sejalan dengan tujuan harmonisasi UE yang berupaya membatasi pemecahan solusi pengisian daya untuk ponsel dan gawai lainnya.

MoU baru yang diusulkan masih memungkinkan solusi eksklusif yang dianggap tidak berpengaruh banyak oleh Komisi mengingat keuntungan teknis dari USB Type-C.

Pada tahun yang sama, sebuah studi penilaian dampak perbedaan port pengisian daya yang tujuan awalnya untuk meningkatkan kenyamanan konsumen dibuat.

Hasil studi ini menyimpulkan bahwa pengisian daya menggunakan port yang sama untuk semua perangkat radio (smartphone, tetapi mungkin juga tablet, kamera, earbud, dll) akan menguntungkan konsumen serta mengurangi limbah elektronik (e-waste).

Namun, studi juga menemukan bahwa penyelarasan port pengisian daya tidak akan mencapai interoperabilitas (kemampuan perangkat elektronik dengan karakteristik yang berbeda untuk berbagi pakai secara terintegrasi) pengisian penuh.

Sebab faktanya, saat ini terdapat berbagai jenis port pengisian daya dan tidak semuanya menjamin performa pengisian daya yang sama jika menggunakan perangkat pengisi daya dari merek berbeda.

Selain itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa memiliki perangkat pengisi daya yang sama di berbagai jenis perangkat kemungkinan akan meningkatkan kenyamanan konsumen secara keseluruhan.

Sementara, pengisian nirkabel penelitian menyimpulkan, jika terobosan teknologi dalam pengisian daya ini terjadi, maka dapat mengalahkan alasan penggunaan konektor yang sama untuk semua peralatan komunikasi secara signifikan.

Penilaian dampak awal kebijakan ini pun dilakukan pada 2018-2019. Targetnya, warga negara, asosiasi konsumen, organisasi non-pemerintah (LSM), asosiasi produsen, dan produsen individu atas penggunaan satu port pengisian daya untuk semua perangkat komunikasi radio.

Periode 2019 hingga kini di halaman berikutnya...

Survei dan Wawancara Berulang

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER