Menentukan Waktu Kematian Korban Pembunuhan, Bagaimana Caranya?

CNN Indonesia
Rabu, 17 Agu 2022 18:24 WIB
Penentuan waktu kematian yang tepat bisa jadi salah satu kunci pengungkapan kasus pembunuhan, termasuk di kasus Brigadir J. Bagaimana cara kerjanya? Ilustrasi. Pengecekan waktu kematian bisa memakai rumus tertentu. (Foto: Istockphoto/Katarzyna Bialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengungkapan waktu kematian bisa jadi salah satu kunci sukses memecahkan kasus pembunuhan, termasuk dalam kasus Brigadir J. Bagaimana teknisnya hingga penentuan waktunya tepat?

Brigadir J disebut meninggal di rumah dinas Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta, Jumat (8/7) pukul 17.00 WIB.

Tiga hari berselang, pihak Kepolisian baru menggelar konferensi pers terkait kasus ini. Banyak kejanggalan dalam keterangan awal itu, termasuk soal tembak-menembak yang menyebabkan kematian Brigadir J dan motif pelecehan seksual.

Sempat muncul juga dugaan bahwa Brigadir J sudah meninggal di Magelang, bukan di Jakarta. Namun, Komnas HAM menyangkalnya berdasarkan rekaman CCTV.

Belakangan terungkap skenario pembunuhan berencana yang diakui diatur oleh Sambo yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Usai desakan keluarga dan publik, autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J dilakukan pada 27 Juli di RSUD Sungai Bahar, Jambi. "Senin atau Selasa minggu depan [diumumkan hasilnya]," kata Ketua tim dokter forensik gabungan Ade Firmansyah Sugiharto, Selasa (16/8).

Terlepas proses yang dilakukan tim forensik itu, tim ahli biasanya dipanggil ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memperkirakan waktu kematian korban tak lama setelah kejadian.

Yang jadi catatan, napas terakhir bukanlah acuan seseorang meninggal. Pasalnya, sebagian organ tubuh manusia dapat berfungsi dalam jangka waktu tertentu. Otak, misalnya. Meskipun oksigen sudah tak lagi mengalir ke organ ini, otak masih bisa berfungsi.

Maka masuk akal untuk berasumsi bahwa klaim waktu kematian bisa jadi tidak selalu akurat.

Dikutip dari CoronerTalk, waktu kematian dikategorikan dalam tiga jenis. Pertama, waktu kematian fisiologis, yakni saat tubuh korban, termasuk organ vital, berhenti berfungsi.

Kedua, waktu kematian berdasarkan informasi yang tersedia saat olah TKP. Ketiga, waktu kematian yang sah, di mana tubuh ditemukan atau dinyatakan mati secara fisik oleh orang lain. Ini adalah waktu yang ditunjukkan secara sah oleh hukum, pada keterangan kematian.

Salah satu cara untuk mengungkap waktu kematian adalah dengan cara mengukur suhu tubuh dengan suhu ruangan atau dikenal sebagai suhu lingkungan.

Suhu lingkungan ini memerlukan beberapa menit atau jam untuk mengetahuinya, dan ini merupakan indikator yang baik tentang berapa lama tubuh berada di sebuah tempat.

Selain itu, perlu dicatat bahwa suhu tubuh akan turun jauh lebih lambat jika tubuh terkena suhu dingin yang ekstrem; seperti ditinggalkan di luar ruangan, terendam air atau dalam kondisi dekat es.

Salah satu indikatornya adalah Rigor Mortis atau kaku mayat, proses alami tubuh yang mati yang merupakan kontraksi alami dan relaksasi otot-otot akibat perubahan keseimbangan kimia tubuh.

Menentukan waktu kematian memakai beberapa teknik pengamatan. Semakin cepat memeriksa tubuh korban, semakin akurat perkiraan waktunya. Untuk membantu estimasi waktu kematian, sejumlah ahli biasanya menggunakan berbagai pengamatan dan tes, yakni:

- Suhu tubuh

- Rigor mortis

- Livor mortis (lividitas), yakni mengendapnya darah ke anggota tubuh bagian bawah yang menyebabkan warna merah-ungu di kulit.

- Derajat pembusukan

- Kekeruhan isi perut

- kornea

- Tingkat kalium

- Aktivitas serangga

Metode penentuan waktu kematian di halaman berikutnya...

Dua Metode Penentu Waktu Kematian

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER