Banyak Memakan Korban Jiwa, Pemerintah Siapkan Sanksi untuk Freeport

Diemas Kresna Duta, CNN Indonesia | Selasa, 30/09/2014 16:43 WIB
Tambang Grasberg Freeport di Papua (detikFoto/Istimewa-Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mendalami insiden kecelakaan yang menewaskan empat orang pekerja PT Freeport Indonesia di wilayah pertambangan Grasberg, Sabtu (27/9) kemarin. Jika terbukti menyalahi standar operasi, Freeport akan mendapatkan sanksi dari Kementerian ESDM.

"Tapi kita harus jeli agar pendapatan negara dari pajak Freeport tidak berkurang. Kalau terdapat kelalaian, pasti ada sanksi," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara R. Sukhyar di Jakarta, Selasa (30/9).

Meski begitu Sukhyar enggan berkomentar banyak mengenai sanksi apa yang bakal diberikan kepada perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut. Saat ini, pihaknya mengaku masih mengumpulkan data-data kronologis kecelakaan. Dugaan sementara, insiden kecelakaan terjadi karena kelalaian pengemudi truk besar saat berpapasan dengan kendaraan kecil operasional yang mengakibatkan mobil tersebut terlindas truk saat hendak memutar di area yang sempit. "Masih terus didalami tim investigasi yang dikirim kesana setelah insiden terjadi," tutur Sukhyar.


Vice President Corporate Communication Freeport Daisy Primayanti membenarkan empat orang tewas dan lima orang pekerja mengalami luka berat dan masih dirawat di rumah sakit Tembagapura, Papua setelah kecelakaan terjadi. Menurutnya kecelakaan tersebut melibatkan satu unit mobil operasi ringan berpenumpang delapan orang dan satu pengendara dengan satu truk tambang bernomor seri  HT#220-CAT785 yang dikendarai seorang operator. Pasca kejadian, pihak Freeport menerjunkan Tim Tanggap Darurat Grasberg Mine Rescue untuk melakukan evakuasi kepada para korban. "Insiden terjadi pukul 07.24 WIT dan tim penyelamat langsung diterjunkan setelah mendapat laporan kecelakaan," kata Daisy.

Pasca kejadian Freeport telah menghentikan sementara kegiatan pertambangannya di area kerja Grassberg. Rata-rata produksi di tambang terbuka Grasberg hingga pertengahan 2014 lalu mencapai 50.700 ton bijih per hari. Sementara untuk tambang bawah tanahnya mencapai 50.500 ton bijih per hari.