OJK Dorong Perbankan Tingkatkan Kredit Sektor Perikanan

Diemas Kresna Duta, CNN Indonesia | Selasa, 07/10/2014 18:47 WIB
OJK Dorong Perbankan Tingkatkan Kredit Sektor Perikanan Indonesia pernah batal mengekspor ikan 1 juta ton ke China karena perusahaan yang mendapat kontrak terkendala modal. (detikFoto/Rachman Haryanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat angka penyaluran kredit untuk sektor kelautan dan perikanan nasional masih terbilang kecil. Hingga akhir Agustus 2014, kredit yang disalurkan baru Rp 15 triliun atau kurang dari 1 persen dibandingkan total penyaluran kredit yang mencapai Rp 1.500 triliun.

"Bank-bank masih trauma karena kredit di sektor ini sering macet. Mudah-mudahan kepercayaan itu kembali muncul di era Pemerintahan Joko Widodo yang memiliki program poros maritim dunia," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, Selasa (7/10).

Untuk meningkatkan kredit di sektor tersebut, OJK bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) akan membentuk sejumlah kelompok kerja di sektor kelautan dan perikanan yang bertugas mengevaluasi beberapa usaha perikanan yang layak mendapat fasilitas keuangan. Hasil laporan kelompok kerja akan menjadi acuan bagi sejumlah bank untuk melakukan evaluasi pemberian kredit.


Kadin mendesak dibentuknya kelompok kerja tersebut karena selama ini industri perbankan masih mengganggap remeh potensi bisnis kelautan di Indonesia. Keluhan dari para pelaku usaha yang mengalami kesulitan memperoleh kredit dari bank juga bermunculan. Padahal, potensi keuntungan yang didapat dari sektor ini mencapai US$ 4 miliar per tahun. "Selain kredit perbankan sebenarnya pelaku usaha bisa mencari dana melalui pasar modal dengan menjual saham dan menerbitkan obligasi. Tapi saat ini baru 17 perusahaan di sektor tersebut yang listing," kata Muliaman.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengatakan Indonesia pernah batal mengekspor ikan seberat 1 juta ton ke China karena perusahaannya kekurang belanja modal. "Hal harusnya menjadi perhatian perbankan," kata Yugi.

Dia berharap dibentuknya kelompok kerja dapat memancing lahirnya aturan khusus yang menjadi payung pemberian fasilitas keuangan bagi sektor kelautan dan perikanan. Dengan begitu, pelaku usaha dapat dengan mudah mendapat kredit dan bisa mengembangkan bisnis.