"Dari 32 km (kilometer) total garis pantai, 8 km diantaranya menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat dan Pemprov, sementara 24 km lainnya akan dikelola oleh swasta," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung disaat peresmian, Kamis (9/10).
Pembangunan giant sea wall merupakan bagian dari mega proyek National Coastal Integrated Capital Development (NCICD) antara Pemerintah Pusat, Provinsi DKI Jakarta dan pengusaha. Pada tahap pertama, pembangunan tanggul difokuskan pada penguatan garis pantai Jakarta sepanjang 32 kilo meter. Fase ini, pengerjaan mencakup penguatan tanggul serta pemasangan stasiun pompa dengan biaya investasi mencapai US$ 1,9 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain membangun sebuah tanggul laut, Pemerintah juga berencana mereklamasi 17 pulau yang akan difungsikan menjadi sebuah kawasan terpadu. "Ini bikin tanggul dulu biar Jakarta utara nggak banjir. Tiap tahun mereka menderita karena banjir rob," kata CT.
Deputi Gubernur DKI Jakarta Sarwo Handayani menambahkan, pembangunan tanggul raksasa dilatarbelakangi karena 40 persen tanah Jakarta berada dibawah permukaan laut. "Posisi Jakarta juga terus turun karena air tanah diambil secara berlebihan. Kalau tidak ada giant sea wall, lama-lama bisa banjir besar," ungkap Handayani.