"Pasti diserap karena Kami sudah menunjuk kontraktor EPC (Engineering Procurement and Construction) untuk proyek Lumut Balai dan Ulubelu. Kalau untuk kontraktor PLTP Lahendong masih ditender dan targetnya akhir Desember pemenang bisa diketahui," ujar Sekretaris Perusahaan PGE Tafip Azimudin kepada CNN Indonesia, Senin (10/11).
Kepastian ini, Tafip bilang, diyakini dapat menepis ancaman penalti yang akan dikenakan pendonor jika PGE batal menggarap proyek PLTP. Ia pun optimis tiga proyek perseroan akan berjalan sesuai dengan rencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membangun tiga proyek PLTP, PGE melansir kebutuhan dana investasi mencapai Rp 677 miliar. Rinciannya, Rp 100,7 miliar dari hibah Japan International Cooperation Agency (JICA) dan sekitar Rp 576 miliar lainnya dari Bank Dunia.
Tafip mengungkapkan pembangunan EPC PLTP Ulubelu di Lampung dan Lumut Balai di Sumatera Selatan akan digarap perusahaan asal Jepang yakni Sumitomo Corporation bersama PT Rekayasa Industri.
"Mereka punya pengalaman dan kapabel untuk urusan PLTP kapasitas besar. Jadi bukan karena dana hibahnya dari Jica, terus Kami pilih perusahaan Jepang," pungkasnya.