Kompensasi Kenaikan BBM

Jokowi Mulai Bagikan Kartu BBM Nelayan Pekan Depan

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Jumat, 21/11/2014 18:23 WIB
Jokowi Mulai Bagikan Kartu BBM Nelayan Pekan Depan Presiden Joko Widodo memamerkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera didampingi Lady Iriana, Puan Maharani, Khofifah Indar Parawansa, Rini Soemarno di Kantor Pos Pasar Baru, Senin (3/11). (CNN Indonesia/Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membagikan kartu bantuan sosial kepada nelayan mulai pekan depan, sebagai bentuk kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Mulai minggu depan, Kartu BBM Nelayan akan diluncurkan perdana di desa nelayan Brondong Lamongan Jawa Timur. Rencananya Presiden Joko Widodo akan hadir dalam peluncuran kartu tersebut," ujar Syarif Widjaja, Sekretaris Jendral KKP dalam jumpa pers di Gedung Minabahari, Jumat (21/11).

Kartu BBM Nelayan ini, menurut Syarif, akan diberikan kepada nelayan-nelayan kecil yang identik mengoperasikan kapal dengan ukuran di bawah 30 GT. Dia menjelaskan konsep dari kartu ini adalah sebagai cash management card dengan sejumlah fungsi di dalamnya. Pertama, kartu ini berfungsi sebagai subsidi BBM.


"Misalnya kalau nelayan pada bulan ini melaut dengan hasil tangkapan 20 ton, maka ia akan dapat subsidi BBM 20 kiloliter dan kalau bulan itu dia tidak mendapat ikan, maka dia tidak mendapat subsidi BBM. Karena dikhawatirkan BBM tersebut digunakan untuk keperluan lain," ujar Syarif.

Fungsi selanjutnya, jelas Syarif, sebagai pencatat pendapatan nelayan dan bisa menjadi jaminan bagi nelayan yang ingin mengajukan permohonan permodalan di perbankan.

"Kartu BBM ini harus disandingkan dengan upaya mereka untuk mendapat ikan, sehingga akhirnya kita bekerjasama dengan perbankan untuk segera membentuk cash management. Apabila nelayan punya cash management, diharapkan bisa memacu aktivitas nelayan, nah itu akan dijadikan acuan akses permodalan perbankan," kata Syarif.