PEMBANGKIT LISTRIK
Terangi 47 Daerah Perbatasan PLN Butuh Rp 1 Triliun
CNN Indonesia
Kamis, 18 Des 2014 12:26 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- PT PLN (Persero) akan membangun 47 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) tahun depan yang akan disebar di pulau-pulau terluar dan kawasan perbatasan. 47 pembangkit dengan kapasitas mini tersebut akan telah dimasukkan PLN dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2015 dan diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 1 triliun.
"Total seluruh kapasitas pembangkitnya 60 megawatt (MW),” ujar Direktur Utama PLN Nur Pamudji di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (18/12).
Beruntung pemerintah yang menugaskan PLN untuk membangun pembangkit di perbatasan tersebut menyediakan dana yang dibutuhkan. Selain itu pemerintah juga akan menyediakan solar sebagai sumber tenaga pembangkit listrik.
"Menteri ESDM juga akan mengoreksi aturan mengenai larangan penggunaan minyak untuk pembangkit. Ini untuk mendukung proyek pembangkit di pulau-pulau terluar," tutur Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman.
Di kesempatan yang sama, Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan telah menyiapkan surat koreksi terkait aturan yang melarang penggunaan solar untuk pembangkit listrik baru.
"Karena tidak mungkin di wilayah perbatasan tidak menggunakan BBM. Intinya boleh menggunakan BBM untuk wilayah di perbatasan namun semangatnya terus mengurangi pemakaian BBM dengan menambahkan porsi sumber gas," kata Sudirman.
"Total seluruh kapasitas pembangkitnya 60 megawatt (MW),” ujar Direktur Utama PLN Nur Pamudji di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (18/12).
Beruntung pemerintah yang menugaskan PLN untuk membangun pembangkit di perbatasan tersebut menyediakan dana yang dibutuhkan. Selain itu pemerintah juga akan menyediakan solar sebagai sumber tenaga pembangkit listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan yang sama, Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan telah menyiapkan surat koreksi terkait aturan yang melarang penggunaan solar untuk pembangkit listrik baru.
"Karena tidak mungkin di wilayah perbatasan tidak menggunakan BBM. Intinya boleh menggunakan BBM untuk wilayah di perbatasan namun semangatnya terus mengurangi pemakaian BBM dengan menambahkan porsi sumber gas," kata Sudirman.