ILLEGAL FISHING
Jokowi Kagumi Aksi Sadis Menteri Susi Pudjiastuti
Resty Armenia | CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2015 12:29 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganggap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai sosok yang sadis. Pasalnya, Susi tak segan-segan menenggelamkan kapal-kapal ikan asing yang gemar mencuri ikan di perairan Indonesia.
"Setelah kita lakukan penenggelaman kapal, produksi ikan langsung melimpah. Karena menterinya sadis," ujar Jokowi yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan hadirin. Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat membuka seminar Indonesia Outlook 2015: "Jalan Perubahan untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian" di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (15/1).
Jokowi mengaku harus mengulang perintah penenggelaman kapal ilegal kepada Menteri Susi sebanyak tiga kali sebagai jaminan apa yang dilakukan anak buahnya tersebut memperoleh restu darinya. “Saya perintahkan menenggelamkan kapal, setelah saya tunggu dua minggu tidak ada realisasi. Katanya harus ada prosedur ini dan itu. Padahal ini kan perintah panglima tertinggi, sampai harus ada perintah ketiga,” ujar Jokowi.
Jokowi mencatat, total sampai saat ini sudah ada 11 kapal ikan asing yang ditenggelamkan pemerintah. Padahal, sebelumnya masyarakat sempat meragukan keberanian pemerintah untuk melakukan penenggelaman.
"Dulu masyarakat meragukan, mana mungkin berani tenggelamkan? Namun begitu kita tenggelamkan masyarakat tanya lagi, itu kapalnya kecil-kecil Pak! Lho itu kalau fotonya diambil dari jauh memang kecil. Masa kapal yang di atas 30 gross ton (GT) sampai 50 GT begitu dibilang kecil?," ujar Jokowi.
Berdayakan Nelayan
Mantan Gubernur Provinsi DKI Jakarta tersebut kemudian menjelaskan, aksi pemerintah untuk membantu nelayan kecil bisa menangkap ikan lebih banyak tidak hanya dilakukan dengan memberlakukan moratorium kapal diatas 30 GT. Namun juga mengalihkan dana penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk bisa digunakan nelayan.
“Pemerintah akan beri bantuan kepada nelayan berupa kapal, mesin kapal, dan pendingin ikan. Ini sesuai kebutuhan yang di lapangan," kata dia.
(Baca juga: Pemerintah Bagikan 50 Ribu Converter Kit Gas ke Nelayan)
Jokowi berpandangan, saat ini dibutuhkan geliat aktif industri perikanan untuk mendorong pembangunan di sektor kemaritiman. "Saat ini investasi yang paling baik di bidang perikanan. Membangun cold storage, pengalengan ikan, dan lain sebagainya," ujarnya. (gen)
"Setelah kita lakukan penenggelaman kapal, produksi ikan langsung melimpah. Karena menterinya sadis," ujar Jokowi yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan hadirin. Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat membuka seminar Indonesia Outlook 2015: "Jalan Perubahan untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian" di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (15/1).
Jokowi mengaku harus mengulang perintah penenggelaman kapal ilegal kepada Menteri Susi sebanyak tiga kali sebagai jaminan apa yang dilakukan anak buahnya tersebut memperoleh restu darinya. “Saya perintahkan menenggelamkan kapal, setelah saya tunggu dua minggu tidak ada realisasi. Katanya harus ada prosedur ini dan itu. Padahal ini kan perintah panglima tertinggi, sampai harus ada perintah ketiga,” ujar Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu masyarakat meragukan, mana mungkin berani tenggelamkan? Namun begitu kita tenggelamkan masyarakat tanya lagi, itu kapalnya kecil-kecil Pak! Lho itu kalau fotonya diambil dari jauh memang kecil. Masa kapal yang di atas 30 gross ton (GT) sampai 50 GT begitu dibilang kecil?," ujar Jokowi.
Mantan Gubernur Provinsi DKI Jakarta tersebut kemudian menjelaskan, aksi pemerintah untuk membantu nelayan kecil bisa menangkap ikan lebih banyak tidak hanya dilakukan dengan memberlakukan moratorium kapal diatas 30 GT. Namun juga mengalihkan dana penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk bisa digunakan nelayan.
“Pemerintah akan beri bantuan kepada nelayan berupa kapal, mesin kapal, dan pendingin ikan. Ini sesuai kebutuhan yang di lapangan," kata dia.
(Baca juga: Pemerintah Bagikan 50 Ribu Converter Kit Gas ke Nelayan)
Jokowi berpandangan, saat ini dibutuhkan geliat aktif industri perikanan untuk mendorong pembangunan di sektor kemaritiman. "Saat ini investasi yang paling baik di bidang perikanan. Membangun cold storage, pengalengan ikan, dan lain sebagainya," ujarnya. (gen)