Pasalnya, selain ingin melakukan swasembada garam, pemerintah juga menginginkan adanya swasembada gula nasional. Oleh sebab itu, pemerintah berencana menyuntikan modal kepada BUMN yang memproduksi gula.
"Terkait hal ini, pada dasarnya untuk usaha gula. Memang, kita perlu meningkatkan produksi gula nasional karena kita butuh swasembada gula," kata Rini di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh sebab itu, kita perlu memperbaiki adanya on dan off farm dalam industri gula," tuturnya.
"Makanya definisi BUMN dan anak, BUMN saya rasa perlu diperjelas. Namun, pada dasarnya, bahwa mereka adalah anak usaha dari BUMN, iya, dan kami masih punya saham di anak usaha maka kami juga harus bertanggung jawab," pungkasnya.
Sebelumnya, Rini memastikan pemerintah menambah penyertaan modal negara sebesar Rp 48 triliun kepada lima BUMN yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015. Suntikan modal itu menurut Rini akan digunakan BUMN tersebut untuk membangun infrastruktur sepanjang tahun ini. (Baca: Pemerintah Suntik Modal Lima BUMN Rp 48 Triliun)
Meskipun enggan menyebutkan secara gamblang lima BUMN yang mendapat suntikan modal, tapi Rini menyebutkan tiga diantaranya merupakan perusahaan jasa konstruksi. Sementara sisanya merupakan bank yang akan menggunakan suntikan dana itu untuk memperlancar peminjaman kredit untuk pembangunan infrastruktur serta perusahaan pertambangan. (gir/gir)